Persija Punya Skuad Termahal di BRI Super League, Rp 165 Miliar Cukup untuk Jadi Juara?

Tulus Widodo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:42 WIB
Persija memiliki skuad senilai Rp162,52 miliar. (instagram.com/persija)
Persija memiliki skuad senilai Rp162,52 miliar. (instagram.com/persija)

RADARTUBAN – Bursa transfer BRI Super League 2026/27 baru saja ditutup. Tak butuh waktu lama, satu fakta menarik langsung mencuri perhatian: Persija Jakarta muncul sebagai klub dengan nilai pasar skuad tertinggi di kompetisi musim ini.

Berdasarkan data Transfermarkt, total nilai pasar skuad Persija mencapai Rp 165,13 miliar. 

Macan Kemayoran mengungguli Persib Bandung yang berada di angka Rp 155,13 miliar. 

Tetapi angka tersebut juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih panas: apakah skuad termahal otomatis membuat Persija menjadi kandidat juara?

Persija Tinggalkan Persib

Persija kini berdiri di posisi teratas dalam daftar nilai pasar skuad BRI Super League. Persib berada di belakangnya dengan Rp 155,13 miliar.

Sementara itu, Bali United menempati posisi ketiga dengan Rp 115,33 miliar. Dewa United menyusul dengan Rp 114,20 miliar, sedangkan Persebaya Surabaya melengkapi lima besar dengan Rp 107,33 miliar.

Baca Juga: GBK Diserbu Agenda Besar, Persija Terancam Terusir dari Kandang Sendiri

Selisih antara Persija dan Persib memang tidak terlalu jauh. Namun, jarak dengan klub-klub berikutnya cukup mencolok.

Artinya, secara valuasi pemain, Persija membawa modal finansial yang sangat besar ke kompetisi musim ini.

Tiga Pemain Termahal Ada di Papan Atas

Menariknya, pemain dengan nilai pasar tertinggi di BRI Super League juga berasal dari Persija.

Stjepan Lončar menjadi pemain dengan valuasi tertinggi, mencapai Rp 20,86 miliar. 

Di belakangnya ada bintang Persib Bandung, Thom Haye dengan valuasi Rp 15,64 miliar.

Kemudian Brian Rubio (Garudayaksa) dan Alexander Jeremejeff (Persija) sama-sama memiliki nilai pasar Rp 13,91 miliar. 

Satu nama Persija lainnya, Mariano Peralta, berada di angka Rp 13,04 miliar.

Komposisi tersebut memperlihatkan betapa agresifnya Persija membangun skuad untuk musim 2026/27.

Baca Juga: Marselino Ferdinan Bikin Geger: Banyak Klub Mengincar, Tapi Pilih Persija demi Misi Juara

Uang, Nama Besar, Lalu Trofi?

Namun, sepak bola tidak mengenal rumus sederhana bahwa nilai pasar tertinggi otomatis menghasilkan gelar.

Transfermarkt sendiri menggunakan estimasi nilai pasar, bukan harga jual resmi setiap pemain. 

Karena itu, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai indikator valuasi skuad, bukan jaminan prestasi.

Kini tekanan justru berpindah ke lapangan. Persija sudah punya skuad dengan nilai pasar tertinggi. 

Tinggal satu pembuktian yang paling sulit: mengubah angka Rp 165,13 miliar menjadi prestasi.

Sebab pada akhirnya, suporter tidak merayakan nominal Transfermarkt. Mereka merayakan trofi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
persija thom haye persib nilai pasar BRI Super League