RADARTUBAN – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta malam ini bukan sekadar stadion.
Sebanyak 56 ribu tiket dilaporkan ludes untuk duel Timnas Indonesia vs Malaysia dalam lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Puluhan ribu suporter akan menjadi saksi ketika dua rival lama kembali bertemu di panggung yang sama.
Yang membuat laga ini semakin panas, memori pahit terakhir Indonesia di SUGBK masih belum terlalu jauh untuk dilupakan.
Ketika kedua tim bertemu pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, 5 September 2019, Malaysia justru mencuri kemenangan dramatis 3-2, meski sempat dua kali tertinggal.
Baca Juga: Herdman Bongkar Realita Timnas Indonesia: Baru 16 Caps, tapi Suporter Sudah Tuntut Juara
Rivalitas Lama, Tekanan Baru
Kini, tujuh tahun berselang, panggungnya kembali sama. Bedanya, Garuda datang dengan wajah berbeda di bawah kendali John Herdman.
Timnas Indonesia membuka FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.
Malaysia juga tidak kalah meyakinkan setelah menghantam Bangladesh 3-0.
Artinya, duel malam ini bukan hanya pertarungan gengsi, tetapi juga pertemuan dua tim yang sama-sama mengantongi tiga poin.
FIFA sendiri menyebut duel Indonesia kontra Malaysia sebagai salah satu rivalitas paling panas di sepak bola Asia Tenggara.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Senin, 28 September 2026.
Herdman: Lindungi Rumah Kita
Herdman memahami betul atmosfer pertandingan ini. Bahkan, pelatih asal Inggris tersebut meminta pemainnya menjadikan laga melawan Malaysia sebagai momentum menunjukkan karakter Garuda.
“Melindungi rumah kita. Itu pesan yang sangat besar,” kata Herdman dalam sesi latihan, Minggu (27/9).
Baca Juga: Bukan Tim AFF! Herdman Bongkar Wajah Baru Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Mantan pelatih Timnas Kanada itu juga meminta para pemain menjaga nama Indonesia dengan meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Tekanan kini berada di tengah lapangan. 56 ribu suara akan memenuhi SUGBK, sementara luka 2019 kembali menjadi latar belakang.
Pertanyaannya sederhana: apakah kali ini Malaysia yang harus pulang membawa luka dari rumah Garuda? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni