RADARTUBAN – Satu laga melawan Persija Jakarta berujung petaka panjang bagi Java United. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan delapan sanksi setelah rangkaian insiden dalam pertandingan BRI Super League 2026/2027 itu, dengan total denda mencapai Rp 760 juta.
Nama Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian, menjadi sorotan paling besar.
Resal dijatuhi denda Rp 500 juta, skorsing 10 pertandingan, serta larangan memasuki stadion dalam satu pertandingan.
Sanksi tersebut berkaitan dengan tindakan yang dinilai Komdis PSSI melanggar ketentuan antidiskriminasi terhadap pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong.
Baca Juga: Persija Punya Skuad Termahal di BRI Super League, Rp 165 Miliar Cukup untuk Jadi Juara?
Ucapan Berujung Hukuman Setengah Miliar
Insiden tersebut terjadi ketika Java United menghadapi Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 19 September 2026.
Dalam putusannya, Komdis PSSI menyatakan Resal terbukti melanggar Pasal 60 ayat (1) huruf a dan b Kode Disiplin PSSI 2025.
Hukuman 10 pertandingan berlaku sejak keputusan diterbitkan dan diterapkan pada laga terdekat.
Komdis juga memberikan peringatan bahwa pengulangan pelanggaran serupa dapat berujung hukuman yang lebih berat.
Resal masih memiliki hak mengajukan banding sesuai ketentuan Kode Disiplin PSSI.
Bukan Cuma Resal, Duo Sayuri Ikut Terpukul
Sanksi tidak berhenti pada jajaran manajemen. Dua pemain Java United, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, masing-masing dilarang tampil empat pertandingan dan didenda Rp 50 juta.
Komdis menyebut keduanya melakukan intimidasi terhadap pengawas pertandingan ketika proses perekaman insiden kericuhan berlangsung di area resmi stadion.
Sementara itu, Antonio Teles didenda Rp 50 juta. Pelatih Fabio Lefundes dan ofisial Josmiro de Goes masing-masing terkena denda Rp 30 juta. David Glen Oei mendapat peringatan keras. Klub sendiri didenda Rp 50 juta.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Bikin Geger: Banyak Klub Mengincar, Tapi Pilih Persija demi Misi Juara
Rp 760 Juta Jadi Tagihan dari Satu Laga
Jika seluruh denda dijumlahkan, Java United dan personel terkait harus menanggung Rp 760 juta.
Angka tersebut menjadi konsekuensi finansial dari rangkaian pelanggaran yang terjadi dalam laga kontra Persija.
Bagi Java United, dampaknya bukan cuma soal uang. Klub juga kehilangan sejumlah personel untuk pertandingan berikutnya—termasuk dua pemain penting dan direktur teknik yang harus menjalani hukuman panjang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni