Geger! UEA Ancam Tarik Investasi Miliaran dari Inggris Gara-gara Kasus Manchester City

Tulus Widodo • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:34 WIB
Manchester City menghadapi potensi masalah baru di Premier League. (Getty Images/Dan Mullan)
Manchester City menghadapi potensi masalah baru di Premier League. (Getty Images/Dan Mullan)

RADARTUBAN – Kasus Manchester City mendadak tak lagi sekadar urusan sepak bola. 

Putusan bersalah Premier League terhadap klub milik Abu Dhabi itu kini dilaporkan mulai merembet ke hubungan ekonomi Inggris dan Uni Emirat Arab (UEA).

Yang membuat situasinya panas, UEA dikabarkan memberi sinyal bakal menarik atau membatalkan investasi bernilai miliaran pound di Inggris sebagai respons atas putusan tersebut. 

Baca Juga: 9 Tahun Misteri Keuangan Manchester City Dibongkar, Semua Tuduhan Dinyatakan Terbukti

Laporan The Telegraph menyebut ancaman itu berkaitan dengan rencana investasi pada proyek pusat teknologi bergaya Silicon Valley di koridor Oxford-Cambridge. 

Dari Etihad Stadium Merembet ke Downing Street

Putusan independen Premier League pada 29 September 2026 menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama periode 2009/10 hingga 2017/18.

Komisi independen menemukan adanya kontrak yang disebut “sham” dengan sejumlah mitra komersial. 

Skema tersebut dinilai digunakan untuk menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya klub. 

City juga dinyatakan melakukan sejumlah pelanggaran kewajiban kerja sama selama investigasi. 

Manchester City membantah kesalahan tersebut dan telah mengajukan banding. Klub menyatakan putusan itu mengandung “kesalahan material yang jelas dalam hukum, prinsip, dan fakta serta tidak dapat dipertahankan.”

Investasi Jadi Senjata Tekanan?

Di tengah proses banding itu, isu berubah menjadi jauh lebih sensitif. The Telegraph melaporkan pejabat UEA memperingatkan pemerintah Inggris mengenai konsekuensi investasi setelah putusan terhadap City.

Salah satu proyek yang disebut berada dalam sorotan adalah rencana pengembangan kawasan teknologi antara Oxford dan Cambridge. 

Pemerintah Inggris sebelumnya memang berupaya menarik investasi besar untuk membangun kawasan tersebut.

Baca Juga: Man City Diguncang Vonis 114 Dakwaan, Haaland dan Bintang Klub Ternyata Tak Bisa Langsung Hengkang?

The Independent juga melaporkan pejabat Emirat menyatakan tindakan Premier League dapat “memiliki pengaruh terhadap hubungan bilateral kedua negara.” 

Namun, penting dicatat: belum ada konfirmasi bahwa seluruh investasi UEA di Inggris benar-benar telah ditarik. 

Yang muncul saat ini adalah laporan mengenai ancaman atau pertimbangan pembatalan investasi.

Bukan Lagi Sekadar Drama Premier League

Dampaknya berpotensi lebih luas karena sosok yang berada di pusat pusaran ini bukan orang sembarangan.

Khaldoon Al Mubarak merupakan chairman Manchester City sekaligus tokoh penting dalam dunia investasi Abu Dhabi. 

Financial Times menyebut keterlibatannya juga berkaitan dengan pengelolaan investasi besar UEA melalui Mubadala. 

Manchester City sendiri masih menunggu proses banding. Artinya, hukuman akhir terhadap klub belum diputuskan.

Tetapi satu hal sudah jelas: kasus Manchester City mulai keluar dari lapangan hijau. 

Kini, yang ikut dipertaruhkan bukan hanya reputasi klub dan sejarah Premier League, melainkan potensi hubungan investasi Inggris dengan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Timur Tengah. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Uni Emirar Arab Manchester City premiere league