RADARTUBAN – Mitchell Lee Baker menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian dalam keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Penyerang berusia 19 tahun itu mengakhiri turnamen sebagai top skor FIFA ASEAN Cup 2026 dengan torehan lima gol.
Seluruh gol tersebut dicetak saat Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 1 Oktober 2026.
Baca Juga: Naik Drastis! Inilah Peringkat Indonesia di FIFA Pasca Tumbangkan Thailand di Asean Cup 2026
FIFA mencatat Baker mencetak lima gol masing-masing pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Lima gol tersebut menjadi bagian penting yang mengantarkan Indonesia ke final.
Di final menghadapi Thailand pada 5 Oktober 2026, Baker kembali dipercaya tampil sejak awal dan bermain hingga 120 menit.
Namun, dia tidak menambah koleksi golnya. Indonesia akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2. Dengan demikian, Baker tetap berada di posisi teratas daftar pencetak gol turnamen dengan lima gol.
Sebelum menjadi top skor, Baker sudah lebih dulu mencuri perhatian pada laga debut bersama Timnas Indonesia. Menghadapi Kamboja pada 27 Juli 2026, pemain kelahiran Melbourne, Australia, itu langsung mencetak hat-trick dalam kemenangan 5-1.
Baker kemudian menambah satu gol ketika Indonesia mengalahkan Timor-Leste 3-0. Setelah melewati pertandingan tanpa gol ketika menghadapi Vietnam, dia kembali mencetak lima gol ke gawang Bangladesh.
Memiliki darah Indonesia
Mitchell Lee Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Kendati lahir dan tumbuh di Australia, Baker memiliki darah Indonesia dari keluarga ibunya, Maureen Lee Baker.
Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta. Sementara neneknya, Li Nio The Lie, berasal dari Semarang. Garis keturunan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Baker untuk memperkuat Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.
Pada 13 Juli 2026, Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah mengucapkan sumpah setia di Jakarta.
Posturnya menjadi salah satu karakteristik yang menonjol. Baker memiliki tinggi sekitar 196 sentimeter dengan posisi utama sebagai penyerang tengah.
Baca Juga: 35 Tahun Berlalu, Thailand Kembali Jadi Lawan Indonesia: Inilah Pesan Legenda Widodo C. Putro
Dengan tubuh tinggi, dia kuat dalam duel udara dan mampu berperan sebagai target man. Kemampuan menahan bola juga membuat Baker dapat menjadi titik tumpu serangan sekaligus membuka ruang bagi pemain lain.
Sebelum serius menekuni sepak bola, Baker sempat mencoba sejumlah cabang olahraga.
Ketika tumbuh di Australia, dia bermain Australian rules football, rugby, tenis, futsal hingga rowing. Baker juga memperkuat tim futsal dan berhasil meraih gelar juara negara bagian Victoria pada 2021 dan 2022.
Perjalanan sepak bolanya dimulai dari pembinaan di Australia dan Hong Kong. Baker kemudian memperkuat Melbourne Victory Academy sebelum pindah ke Amerika Serikat pada 2022.
Di Amerika Serikat, Baker bergabung dengan Northwood School di New York dan bermain untuk Black Rock FC. Periode tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perkembangan kariernya.
Catatannya sangat produktif. Selama sekitar dua setengah tahun, Baker mencetak 141 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Northwood/Black Rock. Pada musim tertentu, dia bahkan mencatat 73 gol dan 17 assist dalam 47 pertandingan.
Setelah dari Northwood, Baker melanjutkan pendidikan sekaligus karier sepak bolanya di Georgetown University.
Bersama Georgetown Hoyas, performanya terus berkembang. Pada musim 2024, dia tampil dalam 21 pertandingan dan mencatat empat gol serta empat assist.
Performa Baker meningkat drastis pada musim 2025. Dia mencetak **14 gol dan tiga assist dalam 21 pertandingan**. Catatan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak tim dan menempatkannya di posisi kedelapan secara nasional.
Baker juga mendapat sejumlah penghargaan individu. Dia terpilih sebagai United Soccer Coaches Second Team All-American, masuk First Team All-East Region, First Team All-BIG EAST, serta menjadi semifinalis MAC Hermann Trophy.
Performa tersebut membuat namanya masuk dalam radar klub Major League Soccer.
Pada MLS SuperDraft 2026, Colorado Rapids memilih Baker dengan urutan ke-10 secara keseluruhan.
Sebelum bergabung dengan klub MLS tersebut, Baker bermain untuk Vermont Green FC di USL League Two. Karier profesionalnya pun mulai terbuka setelah penampilannya bersama Georgetown membuat klub-klub Amerika Serikat memperhatikannya.
Namun, perjalanan Baker kemudian membawa dirinya ke Indonesia.
Keinginannya membela Timnas Indonesia bukan muncul secara tiba-tiba. Baker disebut sudah menunjukkan ketertarikannya untuk memperkuat Indonesia sebelum proses naturalisasi berlangsung.
Kesempatan itu akhirnya terwujud pada 2026. Setelah resmi menjadi WNI, Baker mendapat kepercayaan pelatih John Herdman untuk masuk skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup.
Debutnya langsung menghasilkan tiga gol.
Kini, setelah melewati seluruh pertandingan turnamen, catatan Baker semakin istimewa. Dia menjadi top skor FIFA ASEAN Cup 2026 dengan lima gol, sementara Indonesia mengangkat trofi sebagai juara.
Pada usia baru 19 tahun, perjalanan Baker bersama Timnas Indonesia baru saja dimulai.
Dari Melbourne, Australia, kemudian berkembang melalui sepak bola usia muda di Amerika Serikat, Baker akhirnya menemukan panggung internasional bersama Garuda.
Dan panggung itu langsung memberinya dua pencapaian sekaligus: juara FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Indonesia dan top skor turnamen. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban