Sosok Awanda Alif Kushar, Rapikan Disiplin Siswa Lewat SI APIK

Andreyan (An) • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Kisah Awanda Alif Kushar melahirkan SI APIK, aplikasi berbasis web yang membantu meningkatkan kedisiplinan siswa hingga 98 persen. (Awanda Alif untuk Radar Tuban)
Kisah Awanda Alif Kushar melahirkan SI APIK, aplikasi berbasis web yang membantu meningkatkan kedisiplinan siswa hingga 98 persen. (Awanda Alif untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Di ruang kesiswaan SMA Negeri 1 Parengan, Awanda Alif Kushar sekarang ini tak lagi disibukkan dengan tumpukan buku absensi dan  catatan pelanggaran. Begitu juga rekap kegiatan ibadah siswa.

Berbagai data yang sebelumnya tersebar di banyak buku tersebut kini terhimpun dalam satu sistem yang dapat dipantau hanya melalui layar komputeruru pendidikan jasmani yang juga menjabat wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu menjadi sosok di balik lahirnya SI APIK.

Aplikasi tersebut merupakan singkatan dari Sistem Absensi, Pelanggaran, dan Ibadah Kesiswaan. 

Baca Juga: Bakar Lahan Jadi Pemicu, Gudang di Parengan Hangus Terbakar

Inovasi berbasis web tersebut lahir dari kegelisahannya melihat pengelolaan data siswa yang masih dilakukan secara manual dan terpisah-pisah.

“Selama ini absensi, poin pelanggaran, dan buku kendali ibadah dicatat sendiri-sendiri. Proses rekapitulasi menjadi lama dan penanganan masalah siswa sering tidak bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Bagi Awanda, digitalisasi bukan sekadar memindahkan pencatatan dari buku ke layar komputer. Dia ingin menghadirkan sistem yang mampu membantu sekolah membentuk karakter siswa secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Nama APIK pun dipilih bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jawa, kata apik berarti baik, rapi, dan terpuji. Filosofi itu menjadi arah yang ingin dicapai melalui aplikasi tersebut, yakni membangun budaya disiplin sekaligus karakter positif di lingkungan sekolah.

Lulusan Universitas Negeri Surabaya itu menjelaskan bahwa SI APIK dibangun dengan tiga pilar utama yang saling terintegrasi.

Dia menerangkan, pilar pertama adalah sistem absensi digital menggunakan barcode atau QR Code. Dalam sistem ini, setiap siswa memiliki kartu identitas yang dapat dipindai saat memasuki lingkungan sekolah.

Dengan demikian, kehadiran tercatat secara otomatis dan real time, sehingga peluang siswa untuk membolos dapat ditekan.

Pilar kedua, jelas Awanda, berupa sistem pencatatan pelanggaran siswa. Seluruh pelanggaran yang dilakukan siswa akan terakumulasi dalam bentuk poin.

Ketika jumlah poin mencapai batas tertentu, kata dia, sistem secara otomatis menyiapkan draf surat pemanggilan orang tua untuk pembinaan.

Fitur tersebut membantu guru bimbingan dan konseling bekerja lebih efisien.

Adapun pilar ketiga, monitoring ibadah kesiswaan. ‘’Berbeda dengan aplikasi kedisiplinan pada umumnya, SI APIK juga digunakan untuk memantau aktivitas keagamaan siswa, terutama pelaksanaan salat zuhur berjamaah di sekolah,’’ kata pendidik asal Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang itu.

Baca Juga: Pasca Sebulan Divonis Penjara, ASN Pelaku Penganiayaan SPBU Parengan di Tuban Belum Terima Sanksi Disiplin

Menurut Awanda, aspek religius menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Semua data terangkum dalam satu dashboard statistik. Pimpinan sekolah bisa melihat kondisi kedisiplinan siswa secara real time dan mengambil kebijakan yang lebih tepat,” katanya.

Sejak mulai diterapkan pada Januari 2026, manfaat aplikasi tersebut mulai terlihat. Data sekolah menunjukkan tingkat kedisiplinan siswa meningkat signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran 70 persen, kini mencapai sekitar 98 persen.

Bagi Awanda, capaian itu menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk mempermudah pekerjaan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan karakter. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
konseling SMAN 1 Parengan sekolah