Bukan Sekadar Olahraga, Hasan Asj’ari Ajarkan Siswa Saling Belajar dan Percaya Diri

Andreyan (An) • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:33 WIB
Guru olahraga SMPN 3 Tuban Hasan Asj’ari tak sekadar mengajarkan teknik. Dia menggunakan pembelajaran kooperatif untuk merangkul siswa dengan kemampuan beragam. (Radar Tuban)
Guru olahraga SMPN 3 Tuban Hasan Asj’ari tak sekadar mengajarkan teknik. Dia menggunakan pembelajaran kooperatif untuk merangkul siswa dengan kemampuan beragam. (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Mengajar olahraga tidak melulu soal teknik, gerak tubuh, dan kebugaran.

Bagi Hasan Asj’ari, guru olahraga SMPN 3 Tuban, pembelajaran juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa.

Hasan dikenal sebagai sosok guru yang hangat ketika berinteraksi dengan anak didiknya. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang dia terapkan di sekolah.

Terlebih, dia menghadapi kondisi kemampuan akademik siswa yang cukup beragam.

Baca Juga: Sosok Tulus Setyo Utomo, Wakil Rakyat yang Dekat dengan Persoalan Petani

Guru yang telah mengabdi sejak tahun 2000 di SMPN 3 Tuban itu menilai, disparitas kemampuan akademik antara siswa dengan kemampuan tertinggi dan terendah masih menjadi salah satu problem dalam pembelajaran. Di sisi lain, motivasi belajar siswa juga belum sesuai harapan.

Kondisi tersebut lantas tidak membuat guru asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban itu menerapkan pola pengajaran yang seragam.

Dia memilih model pembelajaran kooperatif untuk menjembatani perbedaan kemampuan antarsiswa.

‘’Melalui metode tersebut, siswa ditempatkan dalam kelompok untuk saling bekerja sama. Mereka tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari teman satu kelompok,’’ ujar guru yang juga pengurus ASKAB PSSI Tuban itu.

Menurut Hasan, pola tersebut memberikan keuntungan ganda. Siswa yang memiliki kemampuan lebih unggul dapat belajar dan berbagai pengetahuan. 

Sementara, siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami meteri pelajaran mendapat kesempatan belajar dengan cara yang lebih dekat dengan teman sebayanya dan tidak membuat mereka sungkan.

Lebih lanjut dikatakan alumni Universitas Negeri Surabaya itu, melalui pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi ikut terlibat dalam proses belajar bersama.

Untuk mendorong semangat belajar dan kepercayaan diri anak didiknya, Hasan juga menerapkan sistem penghargaan atau apresiasi terhadap setiap capaian siswanya. 

‘’Keberhasilan pembelajaran bukan sekadar ketika siswa mampu memahami materi, tapi proses belajar harus mampu membuat siswa mau terlibat dan berkontribusi, saling membantu, serta berkembang sesuai kemampuannya,’’ pungkasnya. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban askab PSSI guru olahraga