Kepala SMP BAS Tuban Yulaikah: Tekankan Keseimbangan Ilmu Global dan Karakter Islami

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:17 WIB
Kepala SMP BAS Tuban Yulaikah menekankan pentingnya pendidikan global yang tetap berpijak pada karakter dan nilai-nilai Islami di era digital. (Radar Tuban)
Kepala SMP BAS Tuban Yulaikah menekankan pentingnya pendidikan global yang tetap berpijak pada karakter dan nilai-nilai Islami di era digital. (Radar Tuban)

RADARTUBANBagi Yulaikah, tantangan mendidik generasi muda di era modern memerlukan keseimbangan yang kuat antara penguasaan ilmu pengetahuan global dan pembentukan karakter, serta jiwa islami.

Di tengah laju digitalisasi dan pesatnya perkembangan zaman, kecanggihan teknologi serta berkembangnya kebiasaan dan budaya modern hendaknya tidak sampai mengikis pilar keagamaan dalam diri anak-anak.

Menurut kepala Sekolah SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban ini, prinsip mendidik anak sesuai zamannya menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan modern.

Hal itu sebagaimana pesan bijak dalam ajaran Islam bahwa anak-anak harus dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan masa mereka.

Baca Juga: Harlah ke 21 Yayasan Bahrul Huda Tuban: 100 Persen Lulusan Tembus Perguruan Tinggi Favorit, Bukti Hadirkan Pendidikan Berkualitas

''Sekolah dituntut melahirkan lulusan berdaya saing global tanpa kehilangan akar nilai-nilai keagamaan siswanya," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pendidik asal Tuban ini menegaskan, ilmu pengetahuan dan ketauhidan harus berjalan secara seimbang.

Di sekolah tempatnya mengajar contohnya, pengembangan kelas internasional berkonsep full day yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar tetap mengusung pendidikan agama sebagai pilar utama.

''Meskipun anak-anak kita bekali dengan ilmu-ilmu berbasis internasional, keagamaannya tidak boleh dilupakan. Di kelas internasional ini, program tahfiz, bahasa Arab, dan PAI tetap berjalan penuh sesuai kurikulum,” tuturnya.

Anggapan bahwa fokus pada pendidikan agama akan membuat anak tertinggal zaman adalah kekeliruan besar.

Justru, alumni program studi matematika UIN Malang ini menyebut, bahwa nilai-nilai keagamaan adalah kompas moral yang penting agar anak tidak terbawa arus negatif pergaulan modern yang semakin kompleks.

''Ketika kita menerapkan Islam dengan benar, kita tidak akan pernah ketinggalan dengan dunia luar. Islam selalu mengajarkan untuk terus belajar seluruh ilmu," ujar pendidik 45 tahun ini.

Untuk menanamkan karakter positif, pembiasaan harian diterapkan secara konsisten di tempatnya mendidik.

Mulai dari salat berjamaah, penanaman nilai-nilai Asmaul Husna, kegiatan kultum mingguan, hingga pembatasan interaksi antara putra dan putri dengan tujuan menjaga norma kesopanan dan mencegah potensi dampak buruk pergaulan bebas. 

''Harapan saya integrasi kurikulum global dan pendidikan karakter Islami ini mampu melahirkan generasi cerdas yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga tetap teguh memegang akidah agama di tengah masifnya budaya modern saat ini," pungkas jebolan Magister Pendidikan Dasar Universitas PGRI Ronggolawe ini.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
SMP Bina Anak Sholeh Tuban karakter BAS