RADARTUBAN - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuri perhatian pencinta olahraga, khususnya voli.
Bukan hanya karena perjalanan kariernya yang terus menanjak, tetapi juga lantaran kekuatan spike-nya yang disebut menembus 101,4 kilometer per jam (km/jam).
Kecepatan tersebut dicatat Megawati dalam sesi latihan bersama klub barunya, Hyundai E&C Hillstate, menjelang bergulirnya Liga Voli Putri Korea Selatan atau V-League 2026/2027.
Baca Juga: Langkah Terhenti di Semifinal: Timnas Voli Putra Indonesia Gagal Lolos ke Final SEA V League 2026
Catatan 101,4 km/jam itu membuat bola hasil pukulan Megawati melaju lebih dari 100 km/jam.
Sebagai gambaran, angka tersebut bahkan sudah melewati angka 100 km/jam yang kerap digunakan sebagai patokan bawah top speed Honda BeAT karburator.
Sejumlah sumber otomotif menyebut BeAT karbu dapat mencapai kisaran 100-115 km/jam, tergantung kondisi kendaraan, pengendara, dan situasi jalan.
Dengan kata lain, satu pukulan spike Megawati mampu melesat dengan kecepatan yang secara angka sudah berada di level kecepatan sebuah sepeda motor matik lawas.
Dijuluki Megatron
Megawati Hangestri Pertiwi lahir di Jember, Jawa Timur, pada 20 September 1999. Pemain dengan posisi opposite hitter tersebut dikenal memiliki karakter permainan agresif, terutama melalui serangan keras dari area depan maupun belakang.
Karier profesional Megawati mulai berkembang sejak usia muda. Namanya kemudian semakin dikenal setelah memperkuat sejumlah klub Proliga dan menjalani pengalaman bermain di luar negeri.
Perjalanan internasionalnya semakin menonjol ketika Megawati bergabung dengan Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Korea Selatan pada musim 2023/2024.
Di Negeri Ginseng, Megawati langsung menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan. Performanya bahkan mengantarkannya meraih penghargaan MVP putaran pertama V-League 2023/2024.
Popularitasnya di Korea juga membuatnya mendapat julukan Megatron, merujuk pada kekuatan serangannya yang dianggap menjadi salah satu senjata utama tim.
Sempat Menjadi Andalan Red Sparks
Megawati kembali memperkuat Red Sparks pada musim 2024/2025. Performa apiknya kembali membuat namanya menjadi sorotan.
Ia membantu Red Sparks melaju jauh dalam persaingan liga dan menjadi salah satu pencetak angka penting bagi tim.
Setelah menjalani perjalanan di Korea, Megawati juga kembali memperkuat klub Indonesia. Ia pernah membawa Jakarta BIN menjadi juara Proliga 2024 dan meraih penghargaan MVP.
Kariernya kemudian berlanjut ke Eropa dengan memperkuat Manisa Büyükşehir Belediyespor di Turki pada musim 2025/2026.
Kembali ke Liga Korea
Musim 2026/2027 menjadi babak baru bagi Megawati. Ia kembali ke Korea Selatan, tetapi kali ini tidak bersama Red Sparks.
Megawati resmi bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate sebagai pemain opposite. Dalam roster musim 2026/2027, Megawati tercatat mengenakan nomor punggung 88.
Kehadirannya diharapkan menjadi tambahan kekuatan bagi Hyundai Hillstate untuk bersaing memperebutkan gelar V-League.
Menariknya, kekuatan Megawati terlihat sejak masa persiapan. Dalam sesi latihan terbaru, spike pemain kelahiran Jember tersebut disebut mencapai 101,4 km/jam.
Jika dikonversi, kecepatan tersebut setara sekitar 28,2 meter per detik.
Artinya, secara teori, bola yang dipukul Megawati dengan kecepatan 101,4 km/jam dapat melintasi panjang lapangan voli sekitar 18 meter hanya dalam waktu kurang dari satu detik.
Bukan Sekadar Keras
Kecepatan spike bukan satu-satunya keunggulan Megawati. Kekuatan utamanya juga terletak pada kemampuan membaca blok lawan, variasi arah serangan, serta konsistensi mencetak poin.
Karena itu, Megawati tidak sekadar dikenal sebagai pemain yang mampu memukul bola dengan keras. Dia telah berkembang menjadi pemain dengan pengalaman internasional yang cukup panjang.
Dari kompetisi nasional, membela Timnas Indonesia, bermain di Thailand dan Vietnam, kemudian mencicipi atmosfer kompetitif Liga Korea dan Turki, perjalanan Megawati menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Kini, bersama Hyundai Hillstate, Megatron kembali membawa nama Indonesia ke panggung voli Korea.
Dan dengan catatan spike 101,4 km/jam, satu hal kembali menjadi pengingat: ketika Megawati mengayunkan tangan untuk melakukan serangan, bola voli yang dipukulnya bisa melaju secepat — bahkan sedikit lebih cepat dari angka 100 km/jam yang menjadi patokan kecepatan sebuah Honda BeAT karburator.
Megawati bukan motor. Tetapi spike-nya bisa “ngegas” lebih dari 100 km/jam. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban