RADARTUBAN - Tidak semua pelatih datang ke lapangan hanya untuk mengejar kemenangan.
Bagi Heru, lapangan sepak bola juga menjadi ruang belajar. Di sanalah teknik, disiplin, mental, hingga karakter pemain muda dibentuk.
Sosok pria asal Desa Latsari, Kecamatan Bancar itu cukup akrab dalam pembinaan sepak bola muda di Bumi Ronggolawe. Kepercayaan untuk menangani sejumlah tim kelompok usia terus datang.
Bahkan, Heru pernah dipercaya sebagai asisten pelatih Persatu Tuban pada Liga 3 musim 2023/2024 dan Liga 4 musim 2025/2026.
Baca Juga: Profil Muhasan, Sosok di Balik Upaya Menghidupkan Pantai Kelapa
Di tahun ini, alumni Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban itu dipercaya menakhodai dua tim muda sekaligus di level provinsi.
Pertama, mendapatkan kepercayaan menukangi tim Bumi Wali FC U-17 di Piala Soeratin U-17 Jatim. Sayangnya, kiprahnya harus terhenti di babak penyisihan grup.
Usai membesut tim Bumi Wali FC U-17, Heru kini dipercaya menjadi juru taktik PSDM Margosuko Bancar di kompetisi Piala Soeratin U-13 Jatim.
Perannya yang nyaris selalu ada dalam tim kepelatihan sektor tim kelompok umur hingga tim senior seolah mengisyaratkan perannya cukup vital dalam keberlangsungan pembinaan sepak bola di Kabupaten Tuban.
Menurut Heru, teknik dasar dalam sepak bola menjadi pondasi di lapangan, pemahaman permainan menjadi pegangan. Sementara mental dan kedisiplinan menjadi bekal ketika pemain menghadapi tekanan pertandingan.
Eks Pelatih Porprov Kecamatan Bancar itu tak sekadar mengajarkan bagaimana menendang, mengumpan, dan mencetak gol.
Para pemain didorong memahami permainan dan bertanggung jawab terhadap perannya di lapangan.
‘’Pemain muda tidak cukup hanya memiliki bakat. Bakat perlu diasah melalui latihan yang konsisten dan pengalaman bertanding. Jam terbang bagi pemain muda sangatlah penting,’’ ujar dia.
Heru mengakui, kiprahnya malang melintang di sepak bola Tuban merupakan wujud kecintaannya terhadap tanah kelahirannya.
Dia berharap Tuban kelak memiliki sosok pesepakbola yang bisa tembus tim nasional.
‘’Ada sebuah kebanggaan tentunya jika bisa memiliki pesepakbola yang tembus tim nasional, terutama jika bisa membersamai prosesnya dari bawah,’’ tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban