RADARTUBAN - Keterbatasan modal dan latar belakang ekonomi tidak menyurutkan langkah Naswa Tiara (23) untuk membuktikan bahwa barang sepele seperti manik-manik mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta perbulan.
Perjalanan bisnis Naswa membuka Gsta Fashion dimulai pada tahun 2022. Saat itu, dia yang baru lulus sekolah dan bekerja di toko hijab membutuhkan penghasilan tambahan untuk menutup biaya cicilan sepeda motor.
Setelah sempat bekerja sampingan di warung makan namun merasa kelelahan, Naswa memberanikan diri membuka usaha sendiri hanya dengan modal awal seadanya sebesar Rp 150 ribu.
Modal tersebut kemudian dia gunakan untuk membeli bahan manik-manik yang nantinya akan dirangkai menjadi produk gelang dan cincin.
Baca Juga: Modal Nekat Jual Motor, Kisah Sukses Bakul Slondok Tembus 40 Ribu Paket
Perjuangan Berjualan di Jalanan Hingga Punya Ruko
Perjuangan Naswa tidak serta-merta berjalan mulus. Sistem pre-order (PO) yang dia terapkan di awal usaha sempat jalan di tempat selama setengah tahun.
Namun, tekad kuat mendorongnya untuk nekat berjualan secara langsung menggunakan meja kecil di area ruang terbuka publik selama hampir dua tahun.
Dari hasil menabung, Naswa berhasil menaikkan kelas usahanya dengan membeli gerobak, hingga akhirnya mampu menyewa ruko untuk toko fisik.
"Kalau buat seusia aku jangan takut aja sih, coba dulu. Kan enggak tahu ke depannya itu bakal gagal atau berhasil. Kalau berhasil kan pasti menyesal banget ya kalau enggak dicoba. Kalau gagal kan bisa diulangi," ujar Naswa dikutip dari kanal YouTube Pecah Telur.
Kini, Gsta Fashion telah memiliki dua cabang toko di lokasi strategis wilayah Blitar, yakni di kawasan Garum dan Jalan Merdeka. Bahkan, setiap bulan Naswa mampu mengumpulkan omzet hingga Rp 80 juta.
Merek lokal ini menawarkan berbagai macam produk aksesoris handmade seperti gelang, kalung, beadcharm, hingga phone strap dengan kisaran harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 18 ribu.
Strategi Garansi Seumur Hidup dan Produk Limited Edition
Salah satu keunggulan unik yang menjadi daya tarik utama bisnis ini adalah jaminan garansi seumur hidup untuk setiap produk gelang yang dibeli.
Jika tali gelang mengalami kerusakan atau putus, konsumen dapat mengklaim perbaikan secara gratis tanpa dikenakan biaya tambahan.
Selain itu, guna menjaga eksklusivitas agar produk tidak terkesan pasaran, Naswa membatasi jumlah produksi maksimal hanya 10 unit per model.
Kunci keberhasilan Naswa terletak pada konsistensinya dalam mengamati tren gaya busana anak muda (skena/culture) serta memanfaatkan media sosial secara aktif.
Menurutnya, keberanian untuk mencoba dan tidak takut gagal merupakan mentalitas utama yang harus dimiliki oleh pengusaha muda. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari