Profil Sumarni, Kepala SMAN 1 Soko Tempuh S-3 di Usia 50 Tahun: Ingin Jadi Teladan bagi Siswa

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:06 WIB
Di usia 50 tahun, Kepala SMAN 1 Soko Sumarni tetap melanjutkan pendidikan dan kini menempuh program doktor Pendidikan Sains di Unesa. (Radar Tuban)
Di usia 50 tahun, Kepala SMAN 1 Soko Sumarni tetap melanjutkan pendidikan dan kini menempuh program doktor Pendidikan Sains di Unesa. (Radar Tuban)

RADARTUBAN – Utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi. Hadis ini menjadi prinsip yang dipegang teguh Kepala SMA Negeri 1 Soko Sumarni.

Baginya, menuntut ilmu tidak mengenal batas usia, mulai sejak lahir hingga kembali ke liang lahat.

Prinsip tersebut pula yang membuat Sumarni tetap melanjutkan pendidikan di tengah kesibukannya memimpin sekolah.

Saat ini, dia menempuh program doktor (S-3) Pendidikan Sains di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). ‘’Ini baru mulai, sekarang masih semester satu,’’ ujar Sumarni kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: SMAN 1 Soko Sukses Jadi Tuan Rumah Monev Double Track

Menurut dia, jenjang pendidikan doktor sebenarnya bukan menjadi keharusan bagi seorang kepala sekolah.

Namun, baginya pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Terlebih, pendidikan sains yang dia pilih memiliki peran untuk mengubah masa depan anak bangsa.

‘’Saya sangat menghargai pendidikan sains karena perannya yang vital dalam memajukan peradaban perkembangan dunia,’’ ungkapnya.

Selain itu, keputusan melanjutkan S-3 juga menjadi bekal untuknya. Pendidik berusia 50 tahun itu ingin mempersiapkan diri untuk masa mendatang. Sumarni tidak ingin berhenti belajar setelah mencapai satu jenjang pendidikan.

‘’Ini juga satu alur persiapan masa tua, siapa tahu bisa ke widyaiswara,’’ ujar ibu dua anak itu.

Di sisi lain, aktivitas perkuliahan tersebut juga menjadi cara Sumarni memberikan contoh kepada para siswa.

Selama mengajar hingga dipercaya sebagai kepala sekolah di Kecamatan Soko, dia banyak berinteraksi dengan siswa yang berasal dari keluarga petani. Kepada para anak didiknya, dia selalu menekankan pentingnya pendidikan. 

Latar belakang keluarga maupun pekerjaan orang tua tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. ‘’Saya sampaikan kepada anak-anak didik, kalau saya sampai saat ini masih kuliah karena pendidikan itu penting,’’ ungkapnya. 

Dia berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi contoh nyata bahwa belajar tidak berhenti ketika seseorang telah bekerja, bahkan ketika sudah menduduki jabatan tertentu.

Baca Juga: SMAN 1 Soko Tuban Mencetak Generasi Unggul: Sukses di PTN, TNI Polri, dan Miss Gran Star Jatim

Karena dirinya selalu menekankan kedisiplinan dan ingin memberikan contoh pada siswa, meski di tengah kesibukannya menempuh pendidikan doktor, Sumarni memastikan tugas sebagai kepala sekolah tetap menjadi prioritas.

Dia harus pandai membagi waktu antara perkuliahan dan tanggung jawab memimpin sekolah.

Jika jadwal perkuliahannya bersamaan dengan kegiatan sekolah, dia memilih berkoordinasi dengan tim manajemen sekolah.

Pembagian tugas dilakukan agar kegiatan sekolah tetap berjalan tanpa mengganggu proses pendidikan yang tengah ditempuhnya. ‘’Alhamdulillah, dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik, semua bisa berjalan dengan baik,’’ pungkasnya. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
SMA Negeri 1 Soko Tuban unesa Doktor