RADARTUBAN - Pencak silat tidak bisa dipisahkan dari Sugeng Widodo PS.
Meski telah berkecimpung di dunia pendidikan, kepala SMAN 1 Bancar itu memilih tetap berada di dunia yang membesarkan nilai disiplin, sportivitas, dan persaudaraan solid tersebut.
Berbekal pengalaman dan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tuban, Sugeng membangun sistem prestasi pencak silat secara berkelanjutan di Bumi Ronggolawe.
Baca Juga: Fajrina Nur Alfiyah: Menyelaraskan Keanggunan Paras dan Ketangguhan Jiwa Lewat Seni Pencak Silat
Tantangan besar yang dihadapinya saat ini adalah merangkul seluruh perguruan pencak silat dalam satu visi dan tujuan yang sama, yakni membangun prestasi berkelanjutan untuk membawa nama daerah bersinar di level provinsi maupun nasional.
Demi mewujudkan harapan tersebut, warga tingkat II Setia Hati Terate (PSHT) asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu tak henti-hentinya melakukan pendekatan secara masif kepada seluruh pimpinan perguruan.
Bukan hanya itu. Dia juga berkomunikasi secara intens dengan Polresta Tuban dalam mengendalikan dan membina anggota perguruan untuk bertindak sebagai masyarakat yang santun dan bersikap toleransi.
Menurut Sugeng, perbedaan perguruan bukan menjadi sekat, justru keberagaman tersebut harusnya menjadi kekuatan. ‘’Jangan sampai ada gesekan lagi, pengurus harus memberikan teladan kepada anggota. Jika pengurusnya solid insya Allah anggotanya juga ikut solid,’’ tutur pria 56 tahun itu.
Tak hanya fokus merangkul antarperguruan dan membangun prestasi para atlet, alumni Universitas Brawijaya Malang itu juga ingin meningkatkan kualitas pelatih dan wasit silat di Tuban.
‘’Kami berharap dalam satu dekade mendatang bisa membawa pencak silat Tuban menuju level yang lebih tinggi,’’ tandasnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban