Berawal dari Modal Beasiswa Rp 4 Juta, Pemuda Ini Sukses Bangun Bisnis Kamera Omset Ratusan Juta

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:17 WIB
Potret usaha kamera milik Ibnur yang sukses meraih omset ratusan juta. (Tangkapan Layar Youtube Naik Kelas)
Potret usaha kamera milik Ibnur yang sukses meraih omset ratusan juta. (Tangkapan Layar Youtube Naik Kelas)

RADARTUBAN - Keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih kesuksesan.

Hal ini dibuktikan oleh Ibnur Hasan, 26, pemuda yang berangkat dari keluarga sederhana hingga kini sukses menjadi pemilik toko kamera High Camera Store di Denpasar, Bali, dengan omset mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Dilansir dari kanal YouTube Naik Kelas, Ibnur menceritakan bahwa dirinya dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga dan ayah yang bekerja serabutan sebagai petugas kebersihan desa.

Memiliki kendala finansial tidak menyurutkan langkahnya untuk menempuh pendidikan tinggi. Berbekal prestasi akademis, ia berhasil meraih beasiswa kuliah ke Malang.

Baca Juga: Rahasia Kebangkitan Ekonomi Jerman Hingga Sukses Jadi Raksasa Industri Pasca Perang Dunia II

Awal perjuangannya di kota perantauan diwarnai berbagai tantangan berat. 

Lantaran belum memiliki biaya untuk menyewa tempat tinggal, Ibnur sempat menumpang tidur di sekretariat himpunan mahasiswa hingga pindah ke panti pesantren murah dengan fasilitas seadanya.

"Daripada aku capek hemat, mending aku capek kerja." Ucap Ibnur saat membagikan prinsip hidupnya. 

Jiwa berdagangnya telah terasah sejak kecil, mulai dari menjual gambar kartun saat TK hingga berbisnis ponsel bekas semasa SMP dan SMA.

Memasuki jenjang perkuliahan, ia memanfaatkan dana sisa beasiswa Bidikmisi sebesar Rp 4 juta sebagai modal awal usaha.

Modal tersebut diputar secara konsisten dengan membeli dan menjual kembali perangkat elektronik serta kamera.

Awalnya, bisnis kamera bekas tersebut dijalankan dari dalam kamar kos. Ketekunannya dalam memberikan pelayanan terbaik termasuk kepada wisatawan mancanegara membuat usahanya makin berkembang pesat.

Pada tahun 2024, ia resmi menyewa ruko untuk usahanya di Bali. Kini, tokonya menjadi salah satu penyedia kamera bekas maupun baru, lensa, hingga aksesoris fotografi bagi wisatawan lokal, turis asing, dan mahasiswa.

Dari modal awal beasiswa tersebut, Ibnur berhasil mengantongi Rp 100 juta pertamanya pada usia 21 tahun. Kini, usahanya mencatatkan omset rata-rata Rp 300 juta hingga Rp 800 juta per bulan.

Selain mencapai kebebasan finansial, ia juga berhasil membelikan rumah untuk orang tua serta membiayai ibadah umrah keluarga.

Ia pun berpesan kepada anak-anak muda yang sedang berjuang dari latar belakang serba terbatas agar tidak berkecil hati. Menurutnya, niat yang kuat jika dipadukan dengan konsistensi, kerja keras, dan doa pasti akan membukakan jalan menuju kesuksesan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
ibnur hasan bisnis kesuksesan kamera