RADARTUBAN – Sejarah tercipta pada cabang olahraga soft tenis di ajang Asian Games Aichi-Nagoya Jepang 2026.
Bagus Angga Boedy Pradewa, atlet binaan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Tuban sukses mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Merah Putih.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggan bagi Kabupaten Tuban, sekaligus menambah catatan prestasi gemilang atlet asal Bumi Wali di kancah internasional.
Di ajang Asian Games Aichi-Nagoya Jepang 2026, Angga, panggilan akrabnya, turun di nomor tim beregu soft tenis putra.
Tergabung di Grup B bersama Nepal dan Korea Selatan, laju Bagus Angga CS terbilang tak mudah selama mengarungi babak penyisihan.
Meski menapaki jalan terjal, tim soft tenis putra Indonesia mengamankan tiket perempat final dengan status runner-up Grup B.
Di babak delapan besar, Angga bersama timnya sukses mengandaskan India, sebelum langkahnya dihentikan tim tuan rumah Jepang dan harus puas meraih medali perunggu di ajang tersebut.
Perjalanan Angga sampai di panggung multi event olahraga level Asia itu cukup berliku. Mulai dari keputusan memperkuat tim luar daerah Tuban sampai bergeser cabor demi mendapatkan jam terbang.
Sepenggal kisah Angga itu diungkapkan mantan Ketua Pelti Tuban periode 2015-2020 Tri Hariyanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (21/9). Dia mengungkapkan, perjalanan Angga di dunia tenis dimulai pada usia 12 tahun.
‘’Meski secara usia agak terlambat untuk mulai belajar tenis, Angga terbilang cukup unggul dari segi teknik dari beberapa petenis seusianya kala itu. Di usia remaja menjalani pembinaan di Tuban sebelum direkrut Pemda Ciamis Jawa Barat setelah lulus SMA,’’ beber Tri.
Kariernya semakin melejit selepas direkrut menjadi karyawan Bulog. Sempat bertugas di Bulog Bandung sebelum dipindah ke Jakarta. Karena persaingan di tenis lapangan cukup ketat, Angga akhirnya memutuskan bergeser ke cabor soft tenis.
‘’Terbukti performanya terus melejit saat berpindah ke soft tenis, terutama saat memperkuat tim PON DKI Jakarta. Sebelum tampil di Asian Games, Angga juga sempat mewakili Indonesia di ajang Sea Games,’’ terang pria yang juga pengawas SMP itu.
Sementara itu, Ketua Pelti Tuban AKBP drg. Wahyu Ari Prananto mengaku bangga dengan prestasi salah satu petenis binaannya tersebut.
Baca Juga: Mutoharoh Jadi Satu-satunya Atlet Tuban di Asian Games 2026, Begini Profilnya
Dia menyebut jika prestasi yang diraih Angga merupakan medali pertama yang diraih petenis binaan Pelti Tuban di ajang Asian Games.
‘’Tentu ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi kami dan masyarakat Tuban. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat atlet-atlet tenis Tuban lainnya agar bisa mengikuti jejak Angga,’’ ujar dia.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara TK. III Nganjuk itu menyampaikan, prestasi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pelti Tuban untuk meningkatkan pembinaan atlet secara regenerasi dan berjenjang.
Menurut Ari, saat ini Pelti Tuban gencar melakukan pembinaan dari jenjang pelajar sampai senior. Bahkan, beberapa turnamen digelar untuk memberikan jam terbang bagi para petenis muda Tuban.
‘’Untuk saat ini hampir di setiap kelompok umur ada atlet yang dibina, semoga upaya yang telah diperjuangkan ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,’’ kata dia berharap. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban