RADARTUBAN - Mantara, seorang pemuda mantan pelaut asal Desa Sembalun, Lombok Timur, berhasil mengubah wajah pertanian stroberi di desanya lewat konsep agrowisata berbasis digital.
Dalam vidio yang diunggah di kanal YouTube @Pecah Telur, Mantara menceritakan bahwa perjalanan usahanya tidaklah instant.
Melalui usaha yang dinamai Mounjet Stroberi, ia kini merangkul ratusan petani lokal untuk meningkatkan taraf hidup dan hasil panen masyarakat setempat.
Ia bercerita, sebelum mengembangkan kawasan wisata petik stroberi, ia sempat dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar ketika memanfaatkan media sosial TikTok untuk mempromosikan kebunnya.
"Dulu awal-awal itu skeptis sekali masyarakat. Saya kadang waktu live lima kali sehari itu ditertawakan, tapi tetap lanjut aja. Sekarang sudah mulai terbuka," ujar Mantara.
Baca Juga: Asuransi Pertanian di Tuban Tak Laku, Petani Tetap Optimis Bisa Panen Optimal
Kemajuan bisnis agrowisata ini bermula saat Mantara memadukan pengalaman wisata petik buah dengan konsep keakraban lokal, seperti memberikan tiket terjangkau dan menyajikan bonus gratis sayur-mayur bagi para pengunjung.
Strategi pemasaran melalui live streaming dan media sosial membuat kawasan Sembalun makin dikenal hingga menarik ribuan wisatawan.
Dampak positif kini dirasakan langsung oleh perekonomian warga desa. Hingga tahun 2026, usahanya telah mengelola lebih dari 100 petani binaan dan sekitar 200 lahan perkebunan.
Perputaran uang dari transaksi wisatawan ke para petani bahkan diperkirakan mencapai di atas Rp 100 juta per minggu pada musim puncak panen.
Selain memberdayakan para petani, keberadaan usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi puluhan pemuda lokal yang terlibat sebagai tim pengelola, pemandu wisata, hingga admin pemasaran.
Ke depan, Mantara berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan ragam wisata edukasi pertanian guna memajukan potensi Desa Sembalun secara berkelanjutan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni