RADARTUBAN — Di balik kesuksesan besar dan kejeniusan teknologi mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, tersimpan sebuah rahasia spiritual yang mendalam.
Sepanjang hidupnya hingga akhir hayat, Jobs memegang teguh satu bacaan yang menjadi fondasi cara pandangnya terhadap dunia, yaitu buku Autobiography of a Yogi karya Paramahansa Yogananda.
Kisah ini diulas melalui kanal YouTube Langkah Jiwa, yang mengungkap bahwa buku terbitan tahun 1946 ini bukan sekadar catatan biografi atau pamer keajaiban.
Baca Juga: Steve Clarke Mundur dari Kursi Pelatih Skotlandia Usai Gagal di Piala Dunia 2026
Buku ini merupakan sebuah peta perjalanan kesadaran yang sukses meruntuhkan cara pandang tokoh-tokoh besar dunia seperti Steve Jobs dan ilmuwan neurosains Dr. Joe Dispenza.
Pesan dan Isi Utama dalam Buku Autobiography of a Yogi
Buku ini merangkum perjalanan hidup sang penulis sejak lahir dengan nama kecil Mukunda hingga bertransformasi menjadi Paramahansa Yogananda.
Keberanian Melangkah Tanpa Jaminan
Perjalanan tanpa jaminan materi membuktikan bahwa rezeki dan keajaiban sering kali terbuka justru saat keberanian seseorang ditaruh di garis paling depan, bukan ketika menunggu rasa aman yang penuh keraguan.
Melepaskan Diri dari Kutukan Masa Lalu dan Narasi Takdir
Buku ini mengajarkan bab Outing the Stars (Mengecoh Bintang) yang memuat pesan bahwa takdir atau latar belakang masa lalu bukanlah vonis seumur hidup.
Pegunungan itu bisu : Pencarian Berada di Dalam Diri
Yogananda sempat berniat melarikan diri ke Pegunungan Himalaya untuk mencari pencerahan.
Dia disadarkan oleh para guru suci bahwa gunung itu bisu dan masalah batin tidak akan pernah selesai hanya dengan memindahkan raga ke tempat lain. ketenangan sejati selalu bermula dari dalam diri sendiri.
Baca Juga: Apple Uji Apple Pencil untuk iPhone Lipat, Bentuknya Lebih Pendek
Warisan Terakhir di Upacara Perpisahan Steve Jobs
Ketika pada Oktober 2011 Steve Jobs meninggal, ada pemandangan tidak biasa dalam upacara perpisahan mendiang Steve Jobs.
Setiap tamu penting yang hadir diberikan kenang-kenangan berupa sebuah kotak kecil berisi salinan buku Autobiography of a Yogi.
Semasa hidupnya, Jobs membaca buku tersebut setiap tahun sejak masih remaja dan menjadikannya satu-satunya buku digital yang disimpan di dalam iPad pribadinya hingga tutup usia.
"Buku itu tempat dia pulang sehingga di pengujung usianya. Dia tidak meninggalkan kenang kenangan mewah, melainkan sebuah kotak kecil berwarna coklat berisi buku yang sama," ungkap narator kanal YouTube Langkah Jiwa.
Dari buku inilah Jobs belajar mengandalkan intuisi di atas logika semata, yang kemudian dia terapkan dalam mendesain produk-produk Apple agar menyatu secara alami dan intuitif bagi penggunanya. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban