RADARTUBAN – Restu Gustianti, pemilik Ayang Dessert, membagikan perjalanan membangun bisnis dari modal Rp 300 ribu hingga memiliki lebih dari 120 anggota tim. Kisah tersebut disampaikan Restu dalam podcast di kanal YouTube Naik Kelas.
Sebelum menekuni bisnis dessert, Restu sempat menjalankan usaha hijab setelah kembali ke Tasikmalaya.
Usaha tersebut pernah menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan, tetapi akhirnya bangkrut karena dia mengaku belum memahami branding dan pengelolaan bisnis.
Kegagalan itu tidak membuat Restu berhenti berusaha. Dia kemudian mencoba membuat kue menggunakan mixer yang tidak terpakai di rumah.
Baca Juga: Warga Karang Tuban Sulap Teras Rumah Jadi Kampung Kuliner, Solusi Nongkrong Hemat Akhir Pekan
Setelah belajar melalui YouTube dan beberapa kali mengalami kegagalan, produknya mulai mendapat respons positif dari keluarga dan teman-teman.
Pesanan pun berdatangan hingga usaha tersebut mulai dirintis pada 2018 dengan nama Yayang Kitchen. Dalam membangun usahanya, Restu mengutamakan kualitas produk untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan.
“Aku bangun kepercayaan dari rasa,” ujar Restu.
Seiring perkembangan usaha, Restu mulai memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Ia membuat konten di TikTok sekaligus terus mempelajari strategi bisnis dan branding.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan lancar. Ayang Dessert sempat mengalami penurunan penjualan yang membuat Restu kesulitan memenuhi kebutuhan operasional. Kondisi itu mendorongnya untuk memperdalam pengetahuan bisnis dengan mengikuti berbagai seminar dan workshop.
Peluang baru kemudian muncul ketika cromboloni mulai diminati masyarakat, sementara produk tersebut belum banyak tersedia di Tasikmalaya. Restu melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan produknya. Permintaan yang meningkat membuat kapasitas produksi Ayang Dessert turut diperluas.
“Jangan takut untuk bermimpi, fokus kerjakan apa yang ada di depan kalian,” pesan Restu.
Kini, Ayang Dessert telah memiliki lebih dari 120 anggota tim. Restu juga menargetkan pembangunan pabrik serta pembukaan cabang di Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta untuk memperluas bisnis yang dirintisnya dari modal Rp 300 ribu. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban