RADARTUBAN-Tak dipungkiri AI atau kecerdasan buatan telah merambah ke berbagai sektor kehidupan manusia.
Salah satu sektor yang mendapat pengaruh kecerdasan buatan adalah ekonomi.
Sayangnya, tidak semua pihak suka dan bergembira dengan masuknya kecerdasan buatan ini ke dalam sektor ekonomi.
Beberapa pihak cenderung khawatir kecerdasan buatan akan menggerus pangsa pasar mereka.
Terlebih, zaman sekarang sektor ekonomi sangat fluktuatif dan susah ditebak.
Mereka berpendapat kecerdasan buatan akan menggantikan industri kreatif manusia.
Apakah memang kecerdasan buatan akan menjadi sebuah keuntungan bagi industri kreatif?
Berikut fakta yang dikutip dari laman jurnal.stieprabumulih.ac.id dan kemenparekraf.go.id:
Mencoba Memahami AI
Pengambilan keputusan dalam dunia ekonomi pada zaman sekarang merupakan inti dari ekonomi modern.
Di sini kecerdasan buatan bisa sangat dibutuhkan.
Akses ke berbagai data dan menafsirkan data secara terstruktur tentu saja akan membantu manusia untuk membuat keputusan bisnisnya.
Kecerdasan buatan dikenal sebagai mesin produktivitas modern.
Sejumlah pihak khawatir campur tangan kecerdasan buatan tersebut akan menggusur industri mereka.
Faktanya, kecerdasan buatan atau AI tidaklah semengerikan itu.
Kekreatifan AI sangat tergantung pada input yang diberikan manusia.
Berbagai perusahaan yang mengembangkan kecerdasan buatan selalu berusaha memberikan input dan pembelajaran sebanyak mungkin ke AI buatan mereka.
Hal tersebut kian membuktikan bahwasa kecerdasan buatan tetap tergantung pada manusia.
Pemikiran kreatif manusia masih jauh lebih maju dibandingkan AI.
Meski dianggap menguntungkan, kehadiran kecerdasan buatan menjadi ancaman desainer grafis yang berperan dalam sektor visual dan desain produk.
Padahal, kenyataannya anggapan tersebut tidak selalu benar.
Seperti yang kita tahu, desain produk merupakan proses penggabungan fungsi dan estetika yang mempunyai nilai tinggi.
Karena itu, subsektor desain produk memiliki peran yang krusial dan menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah bisnis yang dijalankan.
Kehadiran AI dapat membantu desainer produk untuk bekerja lebih cepat dan efisien, karena kecerdasan buatan dapat meningkatkan produktivitas kerja.
AI dapat membantu berbagai kebutuhan di sektor ekonomi kreatif.
Teknologi ini dapat mengotomatisasi beberapa proses produksi.
Karena itu, AI akan membantu manusia untuk menciptakan produk dan inovasi baru.
Lantas, masihkah kita takut terhadap kecerdasan buatan? Tentu tidak.
Kita sebagai manusia akan mendapatkan manfaat dari AI jika bisa memaksimalkan teknologi tersebut dengan bijak.
Setelah kita tahu cara kerja kecerdasan buatan, maka kita sebagai manusia tak boleh gentar karena kehadirannya.
Justru kita dapat memanfaatkan AI di sektor ekonomi untuk menciptakan inovasi dan kreasi baru yang belum ada sebelumnya. (*)
Editor : Amin Fauzie