RADARTUBAN - Salah satu perusahaan yang berkecimpung di dunia game, Epic Games telah melayangkan gugatan terhadap Google dan Samsung.
Epic Games menuduh mereka berdua telah sengaja untuk berkonspirasi secara ilegal guna mematikan eksistensi toko aplikasi pihak ketiga.
Gugatan ini berkutat pada fitur pemblokiran otomatis milik Samsung yang secara default diaktifkan.
Saat aktif fitur ini akan mencegah pengguna Samsung untuk memasang aplikasi yang berasal dari sumber tidak resmi lainnya kecuali dari Google Play Store dan Samsung Galaxy Store.
Gugatan ini dilayangkan oleh Epic games karena pada bulan Agustus lalu mereka meluncurkan Epic Game Store secara global untuk Android dan di wilayah Uni Eropa untuk iPhone, yang di mana undang-undang Uni Eropa memaksa Apple untuk mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga pada platform iOS.
Epic games menuduh fitur pemblokiran otomatis milik Samsung akan membuat sulit bagi toko pesaingnya termasuk Epic Game Store.
Selain itu Epic Games menuduh janji keamanan yang ditawarkan oleh Samsung melalui fitur pemblokiran otomatis tersebut sepenuhnya adalah janji palsu.
CEO Epic Games, Tim Sweeney mengatakan fitur tersebut tidak dirancang untuk perlindungan terhadap Malware, namun untuk mencegah persaingan.
"Hal itu tidak dirancang untuk melindungi dari malware, yang merupakan tujuan yang sepenuhnya sah, hal itu dirancang untuk mencegah persaingan," kata CEO Epic Tim Sweeney kutip dari The Verge.
Meski menganggap Samsung bekerja sama dengan Google untuk menghadirkan fitur tersebut, namun Sweeney mengakui ia belum memiliki bukti konkrit mengenai kerjasama mereka.
Sweeney secara pribadi meminta Samsung untuk menonaktifkan fitur pemblokir otomatis tersebut atau paling tidak meminta Samsung untuk membuat daftar blacklist agar toko aplikasi lainnya dapat memasang aplikasi mereka pada ponsel Samsung tersebut.
Sweeney juga berbicara dengan Samsung perihal kemungkinan menjadikan Epic games sebagai tokoh aplikasi resmi yang diizinkan menginstal aplikasi pada ponsel Samsung.
Namun pembicaraan ini tidak menuai kesepakatan hingga akhirnya Epic games melayangkan gugatan hukum tersebut.
Epic Games berpendapat gugatan ini untuk semua pengembang bukan hanya untuk kepentingan pribadi Epic Games saja.
Google yang namanya diseret pada permasalahan ini akhirnya angkat bicara. Menurut pihaknya, Google tidak meminta Samsung untuk membuat fitur pemblokiran otomatis tersebut.
"Gugatan terbaru Epic adalah tindakan yang tidak berdasar dan berbahaya. Google tidak meminta Samsung untuk membuat fitur Pemblokir Otomatis mereka," kata Dave Kleidermancher, kepala keamanan Android Google.
"Ini adalah gugatan hukum yang tidak berdasar. Pembuat perangkat Android bebas mengambil langkah sendiri untuk menjaga keamanan dan keselamatan penggunanya," tambah juru bicara Google Dan Jackson.
Pada tempat yang berbeda, Samsung menilai tidak mengaktifkan pemblokiran otomatis secara diam-diam. Pengguna dapat memilih untuk mengaktifkan atau mematikan fitur tersebut pada saat pengaturan awal ponsel.
"Fitur-fitur yang terintegrasi ke dalam perangkat kami dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip inti Samsung yaitu keamanan, privasi, dan kontrol pengguna, dan kami tetap berkomitmen penuh untuk melindungi data pribadi pengguna. Pengguna memiliki pilihan untuk menonaktifkan Pemblokir Otomatis kapan saja," kata Chris Langlois, Juru Bicara Samsung.
Kasus ini masih terus bergulir hingga sekarang. Namun belum jelas taksiran kerugian Epic Games akibat fitur pemblokiran otomatis milik Samsung tersebut. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama