RADARTUBAN - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Meta baru saja mengumumkan model AI baru yang disebut sebagai Movie Gen.
Model AI ini diketahui mampu membuat klip video dan audio yang sangat realistis berdasarkan perintah penggunanya yang hanya sebuah melalui teks.
Meta juga mengklaim Movie Gen buatannya akan mampu bersaing dengan alat pembuat video dari perusahaan lain seperti EvenLabs dan OpenAI.
Di dalam website resminya, Meta membagikan serangkaian kemampuan dari Movie Gen buatannya.
Alat ini mampu menggunakan foto manusia untuk dijadikan klip video yang relevan dengan foto tersebut.
Meta mencontohkan menggunakan foto seorang wanita yang diubah menjadi klip video yang memperlihatkan wanita tersebut tengah duduk di ladang labu dengan mengenakan syal sambil meminum dari sebuah cangkir.
Contoh lainnya adalah saat sebuah klip video yang memperlihatkan seorang anak yang menerbangkan sebuah lentera.
Dan dengan kemampuan Movie Gen dari Meta, lentera tersebut mampu diubah menjadi sebuah gelembung.
Tidak hanya itu, Movie Gen juga mampu menghasilkan audio yang tersinkron dengan suara dari video aslinya. Seperti pada contoh video dengan suara guntur yang menggelegar kemudian diiringi oleh alunan orkestra yang dihasilkan dari Movie Gen tersebut.
Pengumuman hadirnya Movie Gen buatan Meta tersebut berbarengan dengan industri film Hollywood yang tengah bergelut dengan teknologi AI. Beberapa orang di industri pembuatan film melihat teknologi AI sebagai langkah untuk memangkas waktu dan biaya produksi film.
Sementara yang lain mengkhawatirkan penggunaan materi yang tanpa ijin untuk digunakan sebagai wadah pelatihan AI. Namun Meta mengklaim Movie Gen dilatih dengan materi dan kumpulan data yang berlisensi dan tersedia untuk umum.
Meta merencanakan untuk tidak akan merilis Movie Gen secara open source seperti halnya model bahasa Llama dengan alasan model AI seperti ini memiliki lebih banyak resiko.
Kendati demikian, Meta akan berkolaborasi dengan para konten kreator dan berencana untuk mengintegrasikan Movie Gen ke platformnya mulai tahun depan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama