RADARTUBAN - Edi Permadi, Presiden Direktur PT J Resources Asia Pasifik (PSAB), menyatakan bahwa penerapan teknologi blockchain dapat memberikan banyak manfaat bagi sektor pertambangan, khususnya pertambangan emas di Indonesia.
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia berada di garis depan dalam transformasi digital yang mencakup sektor industri pertambangan.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis (22/8), Edi menjelaskan bahwa blockchain adalah teknologi basis data canggih yang memungkinkan penyebaran informasi secara transparan dalam jaringan bisnis.
Dia menegaskan bahwa Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT), mampu mengembangkan infrastruktur yang mendukung pelacakan aktivitas pertambangan secara aman dan transparan dari hulu ke hilir.
Edi menyoroti sejumlah keuntungan penerapan teknologi WEB 3 dan IoT dalam kegiatan pertambangan.
Salah satu manfaat utamanya adalah transparansi dan keamanan data. Dengan blockchain, setiap transaksi dan aktivitas di rantai pasokan emas, mulai dari pengadaan bahan baku hingga produksi dan distribusi, dapat tercatat secara aman dan tidak dapat diubah. Hal ini menjamin data tetap transparan dan dapat diakses oleh pihak berwenang.
“Blockchain memungkinkan setiap langkah dalam rantai pasokan, mulai dari pengadaan bijih emas hingga penjualan produk akhir, untuk dicatat dan dilacak dengan akurat. Ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan mencegah adanya penipuan atau kegiatan ilegal,” ujar Edi dalam diskusi bertajuk Bali Blockchain Summit pada Selasa (20/8)
Selain itu, teknologi IoT yang digunakan di berbagai tahap proses penambangan, memungkinkan sensor-sensor yang dipasang mengirimkan data secara real-time ke blockchain.
Ini memastikan bahwa setiap proses dalam penambangan dapat dilacak kembali ke sumbernya, memberikan jaminan otentik terhadap produk yang dihasilkan.
Dengan integrasi teknologi blockchain dan IoT, operasi pertambangan dapat dioptimalkan melalui analisis data yang lebih akurat.
Hal ini akan meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko yang berkaitan dengan penipuan dan aktivitas ilegal.
Edi juga menegaskan bahwa sudah saatnya industri pertambangan di Indonesia memanfaatkan teknologi blockchain. Menurutnya, banyak keuntungan yang bisa diperoleh, terutama dari sisi transparansi dan keamanan.
"Namun, penerapan teknologi ini harus dilakukan dengan proses bisnis yang berkelanjutan," tambahnya.
Penggunaan teknologi digital, termasuk blockchain dan IoT, dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat infrastruktur industri pertambangan di Indonesia, membantu meminimalkan risiko dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama