RADARTUBAN - Salah satu pesaing Google asal Rusia, Yandex, dikabarkan siap berinvestasi di tanah air pada ranah kecerdasan buatan atau AI. Minat Yandex menambah semarak investasi asing di bidang teknologi.
Yandex diketahui telah menjual asetnya yang berada di Rusia pada bulan Februari lalu dikarenakan akibat perang antara Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan. Yandex sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan layanan terkait internet seperti mesin pencari, peramban web, maps online, cloud server, dan e-commerce.
Selain itu Yandex juga memiliki Chatbot AI yang dinamai sebagai YandexGPT 4 Pro dan Yandex 4 Lite. Kedua chatbot AI milik Yandex diklaim dapat menangani teks empat kali lebih banyak serta daya pemrosesan yang lebih baik.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria dalam wawancaranya dengan jurnalis mengkonfirmasi adanya minat investasi dari perusahaan asal Rusia tersebut.
"Ya banyak yang mau investasi di indonesia, salah satunya dari Yandex, ini follow up hubungan internasional kita dengan Rusia dengan China, Amerika, negara Eropa, banyak sekali yang berdatangan," kata Nezar Patria dikutip dari MSN (12/11).
Meski begitu, Wamenkomdigi belum angkat bicara terkait nilai investasi yang akan di berikan oleh Yandex. Dia juga menyebut Yandex tertarik investasi pada bidang infrastruktur digital di Indonesia serta berminat untuk membangun data center.
Selain itu Yandex akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengembangkan Artificial intelligence (AI) di tanah air dan membina talenta berbakat dibidang digital.
"Mereka juga tertarik bekerja sama pengembangan kecerdasan artifisial dan mereka juga tertarik berkolaborasi membina talenta digital," tambahnya.
Menurut Nezar Patria, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai menjanjikan oleh para perusahaan teknologi asing yang membuat mereka berminat untuk investasi. Kendati demikian, perusahaan asing yang ingin berinvestasi tetap harus mengikuti regulasi dan peraturan yang ada. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama