Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

HarmonyOS Next Hanya Akan Tersedia di Tiongkok, Ini Alasannya

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 29 November 2024 | 18:50 WIB
HarmonyOS hanya tersedia di Tiongkok
HarmonyOS hanya tersedia di Tiongkok

RADARTUBAN - Semenjak mendapatkan sanksi dari Amerika, Huawei terus mencoba berinovasi dengan caranya sendiri, salah satunya menciptakan Sistem Operasi milik mereka sendiri. Sistem operasi yang di sebut sebagai HarmonyOS Next berdiri sendiri tanpa adanya campur tangan dari AOSP.

Beberapa perangkat pertama yang membawa HarmonyOS Next secara langsung antara lain seri Mate 70, Mate X6, dan tablet MatePad Pro yang baru. CEO Huawei, Richard Yu, dalam keterangannya mengatakan semua perangkat Huawei yang dirilis pada tahun depan akan langsung membawa HarmonyOS Next sejak awal.

Kendati demikian, pengumuman yang disampaikan Richard Yu tersebut hanya akan berlaku pada wilayah Tiongkok. Alasannya, Huawei kesulitan dalam mendistribusikan HarmonyOS Next di luar negeri.

Seperti yang bisa ditebak, kendala utama Huawei dalam mendistribusikan OS mereka adalah kurangnya ketersediaan aplikasi.

Rich Bishop selaku CEO AppInChina mengatakan bahwa pengembangan internasional seringkali kesulitan membuat aplikasi untuk pasar Tiongkok karena dinilai tidak menguntungkan.

Dia juga menambahkan jika satu aplikasi saja yang biasa dipakai oleh pengguna tidak tersedia, maka besar kemudian pengguna tersebut tidak akan membeli perangkat HarmonyOS Next.

Selain itu HarmonyOS diketahui masih bermasalah dalam menjalankan aplikasi buatan developer luar Tiongkok. Ini berarti pada dasarnya HarmonyOS Next dibuat dengan peruntukan pasar dalam negeri mereka.

Meski begitu, Huawei menawarkan pilihan bagi calon penggunanya untuk dapat memilih apakah akan menggunakan HarmonyOS Next, atau HarmonyOS 4.3.

Di Tiongkok, HarmonyOS Next menguasai pasar negara termasuk dengan persentase 17 persen, mengungguli iOS dengan pangsa pasar 16 persen. Sementara itu Android masih dominan dengan pangsa pasar di Tiongkok sebesar 68 persen.

Secara global pun HarmonyOS masih kalah telak dibandingkan Android. HarmonyOS hanya mampu mendapatkan 4 persen pangsa pasar, sementara Android memimpin dengan 80 persen, sedangkan iOS di angka 16 persen.

Tidak tersedianya Google Mobile Services (GMS) jelas menjadi pukulan telak bagi Huawei. Sebelum terkena sanksi, Huawei menjadi perusahaan ponsel terlaris di dunia, namun kini mereka masuk lima besar saja sudah tidak sanggup.

Meski perusahaan tersebut memiliki mitra internasional seperti Grab dan Emirates, pengguna global tetap harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin mencoba HarmonyOS Next nantinya. Semakin banyak pengembang aplikasi yang membuat Aplikasi untuk HarmonyOS Next, semakin cepat pula OS tersebut masuk pasar Global. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#amerika #huawei #HarmonyOS #tiongkok