RADARTUBAN - Produsen chip x86 terkemuka di dunia, Intel, telah memberikan kabar mengejutkan bagi semua orang. Pasalnya CEO mereka Pat Gelsinger dikabarkan telah mengundurkan diri dari perusahaan yang telah membesarkan namanya tersebut.
Dilansir dari The Verge, Pat Gelsinger menemui sejumlah dewan direksi Intel dan membahas tentang ketertinggalan Inter terhadap pesaingnya, Nvidia.
Pada pertemuan tersebut, Gelsinger diberi dua pilihan yakni pensiun atau diberhentikan. Kemudian dia memilih untuk pensiun dan mengundurkan diri dari CEO Intel terhitung sejak tanggal 1 Desember 2024.
Pat Gelsinger menjabat sebagai CEO Intel sejak tahun 2021 menggantikan Bob Swan. Dimasa kepemimpinannya Gelsinger mendapatkan tugas berat mengembalikan kejayaan Intel sebagai pembuat chip terkemuka di dunia.
Namun hal itu tidak berjalan dengan lancar. Pasalnya Intel sebagian besar tidak ikut dalam kompetisi AI seperti halnya Nvidia. Ketika chip berbasis AI meledak dipasaran, Intel menemui banyak hambatan karena ketertinggalan mereka dalam bidang AI tersebut.
Terlebih Intel kini menemui kendala dengan tidak stabilnya CPU buatan mereka hingga diabaikan oleh Microsoft sebagai mitra utama mereka untuk PC AI.
Meski santer diberitakan Intel akan di akuisisi oleh Qualcomm, namun pihak Qualcomm mengkonfirmasi bahwa perusahaan belum memerlukan sebuah akusisi besar.
Sambutan untuk GPU Arc baru Intel yang akan meluncur minggu ini, serta peluncuran seri Core Ultra 9 200S ternyata tidak sesuai ekspektasi mereka. Bahkan direktur pemasaran teknis Intel mengakui peluncuran tersebut tidak sesuai dengan rencana.
Menyusul banyaknya masalah yang terjadi, Intel mengambil langkah dengan memisahkan bisnis pembuatan chip mereka menjadi perusahaan yang terpisah sekaligus menghentikan pembangunan fasilitas semikonduktor di Polandia dan Jerman.
Awal tahun ini saja Intel mengalami kerugian sebesar 7 miliar dollar setara Rp 111,7 Triliun serta telah mem-PHK lebih dari 15 ribu karyawan pada bulan Agustus.
Dengan keluarnya Gelsinger dari Intel, kepala keuangan Intel, David Zinsner dan CEO produk Intel, Michelle Johnstone Holthaus akan menjabat sebagai co-CEO sementara, sedangkan Frank Yeary, ketua independen dewan direksi Intel akan akan mengambil alih tugas eksekutif sementara. Dilain sisi dewan direksi tengah mencari seseorang yang layak menjabat sebagai CEO baru Intel.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni