RADARTUBAN - Perusahaan asal Tiongkok, Huawei diketahui mulai tahun depan akan meninggalkan Android sepenuhnya. Sistem operasi milik Huawei, HarmonyOS Next akan debut pada perangkat Huawei Mate 70 dan Mate X6 pada tahun depan.
Kedua smartphone tersebut akan menjadi perangkat pertama Huawei yang tidak membawa Android secara langsung dari dalam box.
Setelah adanya sanksi dari Amerika Serikat, Huawei terus mengembangkan bisnis mereka meski tanpa adanya Google Mobile Services (GMS). Huawei memecah pengembangan Android menjadi dua bagian yakni EMUI dan HarmonyOS.
Meskipun banyak mendapatkan rintangan, Huawei terus mendistribusikan perangkat mereka dengan OS Android. Karena dilarang menggunakan GMS, Huawei mengakalinya dengan membuat toko aplikasi baru, serta fitur untuk mencari file APK di internet dengan mudah.
Beberapa aplikasi yang tidak membutuhkan GMS akan berjalan dengan lancar pada perangkat Huawei. Lebih dari itu, Huawei menciptakan aplikasi G-box yang memungkinkan pengguna dapat mengakses aplikasi Google dari perangkat Huawei meskipun tidak secara native.
Huawei tentu saja bukan menjadi merek pertama yang menciptakan OS buatan mereka sendiri. Menengok beberapa tahun yang lalu merek seperti Samsung dengan OS Tizen, Jolla dengan SalfishOS, atau bahkan Ubuntu Touch ramai diperbincangkan.
Namun sistem operasi tersebut tidak bertahan lama karena kurangnya aplikasi yang tersedia. Hal ini menjadi sebuah tantangan juga bagi HarmonyOS Next.
Dari sudut pengembang, membuat aplikasi untuk HarmonyOS Next berarti membuat aplikasi dari awal. Hal ini merupakan sebuah kesulitan sendiri apalagi OS milik Huawei tersebut di program dengan bahasa yang berbeda.
Terlebih aspek keuntungan juga menjadi hal yang dipertimbangkan oleh developer aplikasi saat akan membuat aplikasi kedalam OS baru.
Huawei tentu sadar akan hal ini, mereka telah bekerjasama dengan para pengembang aplikasi untuk memindahkan 4 ribu hingga 5 ribu aplikasi populer di Tiongkok.
Namun hal ini berbeda dengan kondisi di pasar Global. Huawei masih kesulitan untuk mengajak developer aplikasi membuat aplikasi untuk HarmonyOS Next apalagi pangsa pasar OS tersebut masih kalah jauh dibandingkan iOS dan Android.
HarmonyOS Next masih memerlukan cukup waktu untuk mengejar ketertinggalannya dengan OS yang terlebih dahulu hadir.
Namun HarmonyOS Next bukan tanpa potensi. Hadirnya OS ini akan membuat pasar smartphone menjadi lebih menarik. Pasalnya pengguna akan di suguhkan dengan pengalaman menarik dari HarmonyOS Next ketika mereka mulai bosan dengan apa yang dihadirkan oleh Android dan iOS.
Terlebih pendekatan HarmonyOS Next yang menggunakan Microkernel membuat OS ini menjadi cenderung ringan untuk digunakan. Dengan begitu kemungkinan besar HarmonyOS Next akan tetap dapat berjalan pada perangkat yang memiliki spesifikasi rendah sekalipun.
Kendati demikian, HarmonyOS Next masih butuh waktu untuk berkembang apalagi jika mereka mengincar pasar Global yang telah didominasi oleh Android dan iOS. Matangnya sistem operasi dan banyaknya aplikasi yang tersedia, menjadi kunci utama untuk bersaing di ranah OS mobile. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama