RADARTUBAN - Produsen smartphone asal Tiongkok, Vivo, dikabarkan tengah bersiap untuk meluncurkan sub brand baru yakni Jovi. Jovi menjadi sub brand kedua Vivo setelah hadirnya iQOO.
Langkah Vivo ini diperkirakan dapat membuat perusahaan tersebut memperkuat posisinya di pasar global serta menjadi pesaing terdekat dari merk Tiongkok lainnya yaitu Xiaomi.
Menurut basis data yang berasal dari GSMA terlihat tiga perangkat baru dengan merek Jovi. Hadirnya merk Jovi pada basis data GSMA tersebut memicu spekulasi peluncuran perangkat yang memiliki merek Jovi semakin dekat.
Jika kita menelisik sedikit ke belakang, nama Jovi bukanlah nama yang asing terdengar di telinga. Pasalnya nama Jovi sendiri digunakan oleh Vivo sebagai nama asisten digital berbasis AI yang tersemat pada perangkat buatannya.
Sejumlah sumber menyebut tiga perangkat yang akan dirilis oleh Jovi antara lain Jovi V50, Jovi V50 Lite 4G, dan Jovi Y39 5G.
Menariknya Jovi V50 memiliki nomor model yang sama persis dengan Vivo V50. Begitu juga dengan Jovi V50 lite 5G yang memiliki nomor model yang sama dengan Vivo V50 lite 5G.
Ini berarti ponsel bermerek Jovi pada awalnya merupakan ponsel dengan merek Vivo yang kemudian dijual dengan merek Jovi. Langkah ini merupakan hal yang biasa pada industri smartphone.
Pasalnya Xiaomi telah melakukan hal yang sama terlebih dahulu pada merek REDMI kemudian dijual secara global dengan merek POCO.
Dari model yang beredar, Jovi sepertinya menyasar ponsel dengan segmentasi menengah hingga entry level. Diperkirakan Jovi akan memprioritaskan pasar negara berkembang, meskipun ada asumsi merk Jovi akan berfokus pada pasar Tiongkok terlebih dahulu sebelum memperluas pasarnya ke global.
Kendati demikian munculnya merek Jovi pada database GSMA tidak menjamin Vivo akan meluncurkan ponsel dengan merek sub brand barunya tersebut.
Hal ini diketahui dari perusahaan yang sering mendaftarkan model perangkat namun kemudian tidak merilisnya sama sekali. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni