RADARTUBAN - Perkembangan model AI generasi selanjutnya, ChatGPT 5 yang telah dinantikan oleh banyak pengguna ternyata menemui sejumlah kendala serius. OpenAI telah menunda peluncuran model AI ini yang mengakibatkan keresahan terkait masa depan AI.
Dilansir dari Gizmochina, model AI ChatGPT 5 yang mempunyai kode "Orion" mengalami berbagai masalah dalam pengembangannya serta tekanan finansial yang diderita oleh OpenAI.
Ekspektasi yang tinggi ke ChatGPT 5 ternyata menjadi beban tersendiri bagi perusahaan tersebut. OpenAI dilaporkan mengalami hambatan dalam menyediakan data pelatihan yang berkualitas tinggi untuk ChatGPT 5.
Para peneliti di OpenAI mengatakan internet publik kini sudah tidak lagi dapat menyediakan beragam data yang dibutuhkan untuk pengembangan model AI tersebut. Demi mengatasi hal itu, OpenAI memperkerjakan berbagai ahli seperti insinyur perangkat lunak, matematikawan, dan fisikawan untuk membuat data sintetis yang digunakan untuk pelatihan ChatGPT 5.
Tidak hanya soal data pelatihan, proses melatih ChatGPT 5 juga terbilang tidak murah. Pasalnya setiap pelatihan model AI tersebut, OpenAI harus mengeluarkan uang sebanyak $500 juta atau setara dengan Rp 8,1 triliun.
Kendati OpenAI menerima investasi dari berbagai pihak, peningkatan ChatGPT 5 dinilai belum memenuhi harapan. Model AI tersebut dianggap belum mencapai lompatan revolusioner dalam bidang AI meskipun telah menghabiskan ratusan juta dollar dalam pengembangannya.
Tantangan dan masalah yang dihadapi oleh OpenAI tak lepas dari tuntutan yang mengharuskan perusahaan untuk mendorong batasan AI. Hal ini mengakibatkan OpenAI terjerumus dalam masalah seperti etika, teknis, serta finansial.
ChatGPT 5 yang semula dijadwalkan hadir pada Desember 2024, kini menjadi tak pasti kapan akan dirilis. Hal tersebut cukup untuk menggambarkan betapa rumitnya tantangan yang dihadapi OpenAI selaku pengembang ChatGPT 5.
Kemampuan perusahaan tersebut dalam mengatasi masalah yang ada akan menjadi pilar penting masa depan ChatGPT 5 dan posisinya sebagai pemain penting dalam bidang AI saat ini.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni