RADARTUBAN - Pasar smartphone premium Apple dikabarkan terus pengalami penurunan di Tiongkok seiring dengan bangkitnya merek lokal seperti Huawei. Ketatnya persaingan industri teknologi disana membuat Apple kuwalahan dan semakin terdesak seiring waktu.
Dilansir dari South China Morning Post, pemerintah Tiongkok mencatat produsen smartphone luar Tiongkok pada bulan November 2024 telah mengirimkan sekitar 3,04 juta unit smartphone. Angka ini turun sebesar 47,3 persen dibandingkan dengan November 2023 yang berada di angka 5,77 juta unit.
Selain itu sejumlah data lain menunjukkan dari bulan Januari hingga November sebanyak 42 juta unit ponsel telah memasuki Tiongkok, turun sebanyak 22 persen dari tahun lalu meskipun sumber tersebut tidak menunjukkan angka pasti pada tahun sebelumnya.
Kendati laporan tersebut tidak menyebut spesifik tentang merek, namun dapat dipastikan iPhone menjadi salah satunya. Pasalnya ponsel besutan Apple tersebut merupakan ponsel luar negeri yang paling laku disana.
Laporan tersebut menunjukkan secara jelas dominasi ponsel lokal Tiongkok kini semakin kuat dari tahun ke tahun. Merek seperti Huawei meningkatkan jumlah pengiriman ponsel mereka sebesar 34 persen pada kuartal tiga tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Bangkitnya Huawei memaksa Apple untuk melakukan potongan harga guna tetap kompetitif dengan ketatnya persaingan industri smartphone di Tiongkok. Terlebih fitur seperti Apple Intelligence hingga saat ini masih belum hadir pada region Tiongkok yang membuat calon pembeli memikirkan ulang rencananya untuk membeli iPhone.
Mengetahui hal ini Apple secara cepat langsung melakukan pembicaraan dengan berbagai perusahaan lokal seperti Tencent dan Byte Dance untuk membawa teknologi AI milik Apple tersedia di Tiongkok dengan cara bermitra dengannya.
CEO Apple, Tim Cook bahkan turun langsung ke Tiongkok untuk bertemu dengan beberapa pejabat guna membahas hal-hal terkait keberlangsungan Apple di negeri Tirai Bambu tersebut.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni