Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Saingi Deepseek dan ChatGPT, India Kembangkan AI Buatan Mereka Sendiri

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 7 Februari 2025 | 00:31 WIB
India keluarkan AI saingi ChatGPT dan Deepseek
India keluarkan AI saingi ChatGPT dan Deepseek

RADARTUBAN - Perkembangan kecerdasan buatan melalui Large Language Models atau LLM menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini.

Sebelumnya teknologi tersebut dikuasai oleh Amerika Serikat dengan berbagai perusahaan miliknya seperti OpenAI, Meta, atau bahkan Google.

Tetapi saat ini negara lain seperti Tiongkok mampu mendobrak pasar AI Amerika Serikat dengan mengembangkan AI buatannya sendiri.

Selain Tiongkok, India juga tengah mengembangkan kecerdasan buatan mereka sendiri yang digadang-gadang akan menyaingi ChatGPT maupun Deepseek.

Melalui acara yang bertajuk India AI Mission, Menteri Persatuan Elektronika dan Teknologi Informasi India Ashwini Vaishnaw menyampaikan bahwa India kini tengah menggarap model AI buatannya sendiri.

Dia mengatakan AI tersebut akan berfungsi selayaknya Deepseek atau ChatGPT buatan OpenAI yang diperkirakan akan hadir paling cepat tahun ini.

Ashwini Vaishnaw juga menyebut pengembangan AI dari negaranya akan siap hanya dalam waktu 8 sampai 10 bulan saja.

Para peneliti di India telah mengembangkan kerangka ekosistem AI yang didesain khusus untuk pengguna di negara tersebut.

Kerangka AI ini akan dapat memahami berbagai kebutuhan pengguna seperti linguistik dan kontekstual sehingga akan menghadirkan inklusivitas serta menghilangkan bias informasi.

Menurut laporan yang beredar, model AI milik India ini dikembangkan dengan menggunakan 18.693 GPU. Sebagai perbandingan ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI menggunakan sekitar 25 ribu GPU sedangkan Deepseek menggunakan 2 ribu GPU.

Selain itu model AI milik India ini akan lebih murah dibandingkan dengan ChatGPT. Pasalnya chatbot milik OpenAI tersebut menghabiskan biaya 3 dollar AS atau setara Rp 48 ribu dalam penggunaan selama satu jam.

Sementara AI milik India ini hanya akan menghabiskan 100 Rupee atau setara Rp 18 ribu dalam rentang waktu yang sama.

Akan hadirnya model AI buatan India menjadikan negara tersebut masuk pada peta persaingan AI berbasis LLM yang telah terlebih dahulu dikuasai oleh Amerika Serikat dan Tiongkok.

Disisi lain pengguna akan mendapat berbagai pilihan AI yang siap digunakan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#india #AI #ChatGPT #Large Language Models #LLM #openai #DeepSeek