RADARTUBAN - Setelah beberapa hari yang lalu Elon Musk gagal mengakuisisi OpenAI senilai Rp 1.591 Triliun, perusahaan AI milik milyarder Amerika Serikat tersebut xAI meluncurkan model AI terbaru mereka yang dinamai sebagai Grok 3.
Grok 3 bukan hanya model AI biasa, tetapi Grok 3 adalah sebuah lompatan besar dalam bidang AI.
Tidak main-main xAI selaku pembuat Grok 3 telah menginvestasikan dana besar untuk menjadikan Grok 3 sebagai AI terpintar di dunia.
Bahkan perusahaan tersebut membangun fasilitas pelatihan AI baru di Memphis, Amerika Serikat.
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan 100 ribu GPU Nvidia H100 yang dapat menghasilkan komputasi sebesar 1.5 juta petaflops.
xAI mengklaim Grok 3 memiliki kemampuan yang meningkat 10 kali lipat dibandingkan pendahulunya. Selain itu model AI ini membawa jendela konteks sebanyak 128 ribu token dengan latensi respon hanya sekitar 6.7 milidetik.
xAI menghadirkan Grok 3 dengan dua varian yakni Grok 3 standar dan Grok 3 mini.
Versi mini dirancang khusus untuk menghadirkan respon yang lebih depat meskipun akurasi informasi yang diberikan menjadi sedikit berkurang.
Grok 3 memiliki beberapa keunggulan seperti kemampuan bernalar yang terdiri dari dua mode yakni "Think" dan "Big Brain". Mode Think akan membuat Grok 3 berpikir selama beberapa detik bahkan beberapa menit untuk menganalisis masalah secara mendalam.
Sedangkan pada mode Big Brain Grok 3 akan mengerahkan seluruh kemampuan komputasinya untuk menangasi beban tugas yang berat.
Baik mode Think maupun Big Brain, keduanya menggunakan teknologi reinforcement learning dengan kapasitas besar selama masa pengembangannya.
Fitur lainnya yang harir pada Grok 3 adalah DeepSearch. Fitur ini memanfaatkan penalaran Grok 3 yang memungkinkan model AI tersebut untuk mencari informasi di Internet, menganalisis sumber kemudian menghasilkan laporan yang faktual.
Hasilnya dalam beberapa pengujian yang dilakukan, Grok 3 mampu mengungguli sejumlah model AI populer lainnya seperti Deepseek-R1, Gemini dan GPT-4o.
Kendati memiliki beberapa keunggulan, menurut para peneliti di perusahaan keamanan kecerdasan buatan, Adverse AI, Grok 3 memiliki celah keamanan serius. Celah keamanan tersebut bahkan dapat diretas dengan "pembobolan sistem sederhana".
Mereka mengatakan tiga dari empat cara pembobolan dapat menembus dinding keamanan dari Grok 3.
Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat privasi pengguna menjadi sebuah hal penting diera digital sekarang.
Saat ini Grok 3 dapat akses oleh pengguna melalui layanan X Premium+ yang menghadirkan berbagai fitur menarik dari Grok 3. Selain itu terdapat juga layanan SuperGrok yang menyediakan kuota lebih untuk mengkases Deepsearch dan Generatif Image.
xAI kabarnya akan terus mengembangkan Grok 3 dengan menghadirkan berbagai fitur baru termasuk voice mode yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara langsung dengan Grok 3 mirip seperti Gemini Live. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni