RADARTUBAN - Beberapa hari yang lalu tersiar kabar yang cukup mengejutkan bagi menggiat teknologi. Kabar tersebut menginformasikan sejumlah produsen RAM akan mulai berhenti memproduksi RAM berjenis DDR4 dalam waktu dekat.
Kabar ini membuat banyak pihak mempertanyakan tujuan dari penghentian produksi tersebut hingga kapan tepatnya era RAM DDR4 berakhir.
Selain itu timbul kekhawatiran akan kelangkaan pasokan memori DDR4 mengingat memori jenis ini masih banyak digunakan pada perangkat komputer dengan harga yang terjangkau.
Dilansir dari berbagai sumber, produsen DRAM seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix perlahan-lahan mulai mengurangi produksi RAM DDR4 pada tahun ini karena berbagai alasan.
Salah satunya karena mereka ingin berfokus pada pengembangan dan produksi RAM DDR5 yang menjadi standar baru dalam dunia teknologi saat ini.
Selain alasan diatas, permintaan RAM jenis DDR4 dinilai mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan permintaan ini membuat produsen DRAM mulai mengurangi produksi RAM DDR4 mulai tahun ini.
Sedangkan permintaan RAM DDR5 semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan.
Perusahaan asal Korea Selatan, Samsung bahkan dikabarkan telah membatasi produksi RAM DDR4 mereka pada akhir tahun lalu yang kemudian diikuti oleh banyak perusahaan DRAM lainnya.
Kendati produksi RAM DDR4 mulai dikurangi, stok memori tersebut masih akan tersedia dipasaran setidaknya dalam waktu dekat. Tetapi lama kelamaan RAM DDR4 akan menjadi semakin langka karena perusahaan DRAM berhenti memproduksinya.
Penghentian produksi jenis memori tertentu bukan pertama kalinya terjadi, pada tahun kemarin RAM DDR3 resmi dihentikannya produksinya karena minimnya permintaan dari pasar. Kali ini hal serupa juga kembali terjadi pada memori DDR4 setelah debutnya pada tahun 2014 silam.
Kekhawatiran mengenai kelangkaan memori DDR4 di pasaran dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan asal Taiwan untuk menyuplai RAM DDR4 yang masih sering digunakan pada perangkat murah. Nanya Technology dan Windbond berencana untuk memproduksi massal RAM DDR4 dan DDR3 sembari mengembangkan RAM DDR5 buatan mereka sendiri.
Hal ini menjadi strategi yang menguntungkan bagi perusahaan sembari menunggu pasar untuk sepenuhnya beralih ke RAM DDR5 sekaligus menekan kelangkaan RAM DDR4.
Penghentian produksi RAM DDR4 oleh perusahaan besar membuat industri komputasi memasuki babak baru dimana teknologi saat ini mengutamakan efisiensi dan kecepatan pengolahan data. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama