Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Uni Eropa Buka Peluang Apple Buat iPhone Tanpa USB-C, Kok Bisa?

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 23 Maret 2025 | 01:35 WIB
Uni Eropa Buka Peluang Apple Buat iPhone Tanpa USB-C
Uni Eropa Buka Peluang Apple Buat iPhone Tanpa USB-C

RADARTUBAN - Seperti yang sudah di ketahui, USB-C saat ini menjadi standar utama port pengecasan di wilayah Uni Eropa. Tetapi uniknya aturan ini hanya akan berlaku untuk perangkat yang mendukung pengisian daya menggunakan kabel.

Menurut juru bicara Uni Eropa, Federica Miccoli perangkat yang hanya menggunakan pengisian daya nirkabel atau tanpa kabel tetap sesuai dengan regulasi Uni Eropa bahkan ketika perangkat tersebut tidak memiliki port USB-C.

Hal ini membuka peluang menarik bagi Apple untuk membuat iPhone sepenuhnya tanpa port dan hanya mengandalkan teknologi nirkabel untuk pengisian daya dan transfer data, seperti AirDrop.

Jika langkah tersebut diambil Apple untuk jajaran iPhone mereka di masa depan, maka perusahaan tersebut tidak diwajibkan untuk menyertakan USB-C.

Apalagi pengisian daya nirkabel Qi2 yang dikembangkan oleh Wireless Power Consortium terinspirasi sepenuhnya dari MagSafe milik Apple serta digadang-gadang akan menjadi standar universal untuk pengisian daya nirkabel di masa depan.

Uni Eropa secara tegas ingin menghilangkan penggunaan berbagai jenis kabel pengisian daya dengan menetapkan standar port USB-C. Kini langkah tersebut diperluas dengan mendorong standarisasi pengisian daya nirkabel.

Meskipun jajaran iPhone 17 dikabarkan masih akan membawa port USB-C, tetapi tidak menutup kemungkinan Apple akan merilis iPhone tanpa port dalam beberapa tahun ke depan.

Kemudian setelah itu produsen ponsel Android akan mengikuti jejak Apple yang berfokus pada teknologi pengisian daya nirkabel.

Saat ini beberapa merek Android telah mengembangkan sistem pengisian daya nirkabel layaknya MagSafe, hanya saja sebagian besar perangkat mereka tidak memiliki magnet bawaan yang tertanam pada perangkat.

Hasilnya pengisian daya nirkabel di Android belum seefisien MagSafe milik Apple. Sedangkan disisi lain banyak ponsel Android bahkan belum mendukung pengisian daya nirkabel sama sekali.

Jika tren ponsel tanpa port terus mengalami perkembangan, produsen ponsel Android diharapkan dapat mengembangkan teknologi pengisian daya nirkabel mereka agar bisa bersaing.

Dengan begitu, masa depan industri ponsel pintar mungkin akan mengarah ke penggunaan teknologi nirkabel sepenuhnya tanpa ketergantungan ke pengisian daya melalui kabel. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#perangkat #nirkabel #iphone #Uni Eropa #Port #usb-c #apple #airdrop