Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Parlemen Jepang Kritik Assassin’s Creed Shadows, Ubisoft Langsung Luncurkan Patch Update

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 23 Maret 2025 | 01:05 WIB
Game Assassin’s Creed Shadows
Game Assassin’s Creed Shadows

RADARTUBAN - Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, baru-baru ini membahas konten yang ada pada game Assassin’s Creed Shadows di parlemen negara tersebut.

Dia melontarkan pertanyaan kepada pejabat tinggi pemerintah tentang bagaimana seharusnya mereka menanggapi beberapa elemen yang terkandung di dalam game tersebut.

Game Assassin’s Creed Shadows yang berlatar di Jepang pada masa feodal sudah menarik perhatian banyak orang sejak pertama kali diumumkan beberapa waktu lalu, apalagi setelah Ubisoft menyatakan bahwa game tersebut didasarkan pada fakta sejarah yang ada.

Selain karena tokoh utama Yasuke, pro kontra juga muncul karena adanya sejumlah interaksi yang dapat di lakukan pemain di lokasi-lokasi nyata yang ada di dalam game.

Salah satunya adalah adegan di mana pemain bisa menyerang serta menghancurkan situs-situs keagamaan milik masyarakat Jepang, termasuk Kuil Itatehyouzu.

Anggota Dewan Penasihat Jepang, Hiroyuki Kada, bahkan berbicara langsung dengan pendeta kuil terkait ijin untuk menggunakan kuil tersebut dalam game. Menurut pendeta kuil Itatehyouzu, Ubisoft tidak meminta izin sama sekali terkait hal ini.

Lebih lanjut lagi, Ubisoft juga tidak meminta izin untuk menggunakan tempat bersejarah lainnya seperti Todai-ji di Nara, kuil-kuil lain, serta makam kuno yang ada di Jepang.

Hal lain yang menjadi kekhawatiran parlemen Jepang adalah kemungkinan bahwa aksi kekerasan di tempat keagamaan tersebut dapat di tiru di dunia nyata, apalagi Jepang sedang mengalami lonjakan besar jumlah wisatawan setelah pandemi covid berakhir.

Menanggapi adanya kritik dari parlemen Jepang terkait kekerasan di situs keagamaan, Ubisoft langsung meluncurkan patch update pada game Assassin’s Creed Shadows berbarengan dengan dirilisnya game tersebut pada 20 Maret kemarin.

Patch update ini membawa sejumlah berubahan seperti beberapa objek yang ada pada kuil kini tidak dapat dirusak oleh pemain.

Selain itu Ubisoft juga menghilangkan efek percikan darah saat pemain penyerang NPC yang tidak membawa senjata.

Update yang diluncurkan ini sekaligus menjadi komitmen Ubisoft untuk menghormati adat istiadat Jepang yang menjadi latar game Assassin’s Creed Shadows sekaligus menghindari kontroversi lebih lanjut, kendati game tersebut masih banyak menuai pro kontra didalamnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Game #perdana menteri jepang #jepang #assassin #Shigeru ishiba #Creed Shadows #Ubisoft