RADARTUBAN - Perusahaan teknologi OpenAI mengungkapkan minatnya untuk membeli aplikasi pencarian Google, Chrome, jika perusahaan tersebut memutuskan untuk menjualnya.
Menurut laporan The Verge pada Rabu (23/4), berita ini pertama kali disampaikan oleh Reuters, yang melaporkan bahwa pernyataan tersebut berasal dari salah satu eksekutif ChatGPT yang berbicara di hadapan hakim yang menangani kasus Google.
Tahun lalu, Departemen Kehakiman AS mengusulkan agar Google melepaskan Chrome sebagai langkah untuk memenuhi keputusan monopoli layanan pencarian online yang dijatuhkan oleh Hakim Amit Mehta.
Proses hukum telah dimulai dengan persidangan yang dimulai pada Senin (21/4), dan Google berencana untuk mengajukan banding terhadap kasus hukum tersebut.
Eksekutif OpenAI, Nick Turley, juga memberikan kesaksian bahwa OpenAI telah menghubungi Google tahun lalu mengenai kemungkinan kemitraan yang memungkinkan ChatGPT untuk menggunakan teknologi pencarian Google.
Namun, meskipun upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan, saat ini OpenAI mengandalkan informasi pencarian dari Bing, layanan pencarian milik pesaing Google.
Walaupun demikian, OpenAI mengungkapkan adanya masalah kualitas yang signifikan dengan layanan pencarian tersebut.
"Kami yakin memiliki banyak mitra, dan khususnya API Google, akan memungkinkan kami menyediakan produk yang lebih baik bagi pengguna," kata OpenAI dalam email yang ditunjukkan pada masa persidangan.
Google memutuskan untuk tidak menjalin kemitraan dengan OpenAI, dan Turley menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ada kerjasama antara kedua perusahaan tersebut.
Turley melanjutkan bahwa OpenAI akhirnya memutuskan untuk mengembangkan indeks pencariannya sendiri.
Meskipun sebelumnya OpenAI berharap ChatGPT dapat menggunakan indeks pencarian itu untuk 80 persen pencarian pada akhir tahun 2025.
Perusahaan kini menyadari bahwa pencapaian tersebut akan memerlukan waktu bertahun-tahun. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama