Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rugi Rp314,9 Triliun di 2024, Intel Akan PHK 20 Ribu Karyawan dan Terapkan Efisiensi Besar-Besaran di 2025

Nadia Nafifin • Sabtu, 26 April 2025 | 16:35 WIB
Intel akan PHK 20 ribu karyawannya
Intel akan PHK 20 ribu karyawannya

RADARTUBAN - Performa bisnis perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Intel, belakangan mengalami penurunan.

Sepanjang tahun 2024, perusahaan mencatatkan kerugian sebesar 18,76 miliar dollar AS (sekitar Rp 314,9 triliun).

Untuk memastikan kelangsungan bisnis dan operasionalnya di tahun ini maupun ke depan, CEO Intel yang baru, Lip-Bu Tan, pekan ini mengumumkan rencana pemangkasan jumlah karyawan.

Informasi ini disampaikan melalui blog resmi Intel.

Pengumuman tersebut muncul tak lama setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal I-2025 yang dinilai “cukup baik” dan sedikit melampaui prediksi para analis.

Dalam pernyataannya, Tan menjelaskan bahwa keputusan PHK ini diambil sebagai langkah efisiensi dan untuk memangkas kelebihan jumlah tenaga kerja di sejumlah divisi Intel.

"Saya percaya prinsip bahwa pemimpin terbaik dapat menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin dengan tim yang kecil, dan kami sekarang akan menerapkan prinsip ini di Intel," kata Tan.

Disampaikan dia, dia dengan berat hati harus melakukan pemangkasan terhadap karyawannya.  

" Langkah ini akan kami lakukan mulai kuartal II-2025 dan secara bertahap rampung selama beberapa bulan ke depan," imbuh Tan.

Tan memang tidak merinci jumlah pasti karyawan yang akan terdampak PHK pada kuartal II-2025.

Pemutusan hubungan kerja tersebut diperkirakan akan mencakup sekitar 20 persen dari total tenaga kerja Intel saat ini.

Pada Desember 2024, Intel memiliki lebih dari 100.000 karyawan secara global. Dengan rencana PHK yang dimulai pada kuartal II-2025, sekitar 20.000 karyawan diperkirakan akan terdampak.

Ini bukan pertama kalinya Intel melakukan pemutusan hubungan kerja. Sekitar Agustus 2024, perusahaan juga memangkas 15 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 15.000 orang dari total 120.000 karyawan saat itu.

Seperti layoff terbaru ini, langkah tersebut juga diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya, yang disebut mampu menghemat hingga 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 168 triliun) pada tahun 2025.

Selain melakukan PHK, CEO Intel, Lip-Bu Tan, juga mengumumkan sejumlah rencana strategis untuk masa depan perusahaan, termasuk restrukturisasi organisasi.

Langkah ini akan memengaruhi arah fokus bisnis Intel, lini produk dan layanan, serta bertujuan memangkas biaya operasional secara signifikan.

Tan juga menetapkan sejumlah kebijakan baru, seperti membatasi jumlah rapat yang dianggap kurang penting, mengurangi peserta dalam setiap pertemuan, serta memangkas perjalanan dinas dan pelatihan yang dianggap tidak esensial.

Dilansir dari Tom'sHardware, mulai 1 September 2025, Tan mewajibkan karyawan untuk hadir di kantor minimal empat hari dalam seminggu, naik dari aturan sebelumnya yang hanya tiga hari.

Dia beralasan bahwa interaksi langsung dapat mempercepat pengambilan keputusan, memfasilitasi kolaborasi lebih baik, serta mendorong munculnya ide-ide kreatif melalui diskusi tatap muka.

"Saya paham semua aturan ini akan sulit dilakukan, tapi perubahan ini terpaksa saya terapkan untuk mengembalikan Intel ke masa kejayaannya, yaitu menjadi perusahaan paling inovatif di dunia," pungkas Tan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#CEO Intel #tenaga kerja #intel #Amerika Serikat #efisiensi #phk