RADARTUBAN - Pengembang game populer, Ubisoft kembali mencatat pencapaian penting untuk salah satu rilisan terbarunya, Prince of Persia: The Lost Crown.
Game platformer garapan Ubisoft Montpellier tersebut kini telah dimainkan oleh lebih dari dua juta pemain sejak diluncurkan pada awal tahun 2024 kemarin.
Pencapaian ini diumumkan langsung melalui akun resmi Prince of Persia pada platform X (sebelumnya Twitter).
“Lebih dari 2 juta pemain sekarang,” tulis Prince of Persia.
“Kamu telah menghidupkan kembali legenda itu. Pangeran kembali, dan percayalah dia baru saja melakukan pemanasan.” tambahnya.
Postingan tersebut menimbulkan banyak spekulasi di kalangan penggemar. Kebanyakan penggemar menganggap akan ada kelanjutan dari The Lost Crown.
Hanya saja, kemungkinan tersebut menuai sedikit keraguan, mengingat tim pengembang utama Ubisoft Montpellier telah dibubarkan.
Kendati begitu, Ubisoft masih memiliki beberapa proyek lain yang berhubungan dengan franchise Prince of Persia seperti The Rogue Prince of Persia yang saat ini tengah dalam format akses awal, dan Sands of Time Remake yang dikembangkan ulang oleh Ubisoft.
Keputusan Ubisoft untuk membubarkan tim Montpellier menuai sorotan dari penggemar.
Pasalnya banyak yang menilai tim tersebut seharusnya mendapatkan kesempatan lebih, apalagi The Lost Crown sukses sebagai salah satu game terbaik Ubisoft tahun ini.
Meskipun The Lost Crwon tidak mencapai target penjualan internal, tetapi game ini menerima banyak apresiasi dan dipandang sebagai karya terbaik Ubisoft dalam beberapa dekade terakhir.
Berbeda dengan seri Assassin’s Creed, Far Cry, atau Rainbow Six, Prince of Persia terlihat belum mendapatkan tempat khusus di bawah Ubisoft.
Hal ini menimbulkan banyak sekali pertanyaan mengenai masa depan franchise legendaris tersebut.
Tetapi dengan pencapaian yang diraih The Lost Crown, penggemar bisa berharap Ubisoft untuk kembali mempertimbangkan arah pengembangan Prince of Persia.
Hanya saja untuk saat ini, tidak ada jaminan pasti dari pihak Ubisoft terkait kelanjutan seri ini. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama