Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Google Perketat Keamanan Android, Ponsel Curian Kini Sulit Digunakan dan Dijual Kembali

Nadia Nafifin • Jumat, 16 Mei 2025 | 21:28 WIB
Ilustrasi pencurian ponsel
Ilustrasi pencurian ponsel

RADARTUBAN - Google meningkatkan keamanan pada perangkat Android untuk membuat ponsel curian lebih sulit digunakan atau dijual kembali.

Pengumuman fitur baru ini disampaikan dalam acara The Android Show: I/O Edition pada Selasa (13/5) waktu AS.

Google memperkuat fitur Perlindungan Reset Pabrik (Factory Reset Protection/FRP) dengan mekanisme tambahan yang akan memblokir perangkat jika terdeteksi upaya pengaturan ulang secara ilegal.

Hal ini penting karena pencuri sering mencoba melakukan factory reset pada ponsel curian agar bisa digunakan atau dijual.

Meskipun proses tersebut memang sudah cukup sulit dan sebelumnya Google telah menerapkan perlindungan.

Meski proses factory reset pada ponsel curian sudah cukup sulit, pelaku kejahatan masih kerap menemukan celah untuk melakukannya.

Di sinilah fitur keamanan terbaru dari Google mulai berperan. Setelah dilakukan factory reset, sistem akan meminta verifikasi kepemilikan perangkat sebelum ponsel bisa digunakan kembali.

Verifikasi ini dilakukan dengan masuk ke akun Google yang sebelumnya terhubung dengan perangkat, atau dengan memasukkan PIN, sandi, maupun pola kunci layar yang digunakan sebelumnya.

Jika verifikasi gagal, sistem akan otomatis memblokir perangkat dan membuatnya tidak dapat dipakai.

“Perangkat ini telah diatur ulang tetapi autentikasi gagal selama penyiapan. Untuk menggunakan perangkat ini, atur ulang lagi dan masukkan kunci layar perangkat sebelumnya atau kredensial Akun Google,” demikian isi dialog baru yang diperlihatkan Google.

Peningkatan keamanan ini merupakan kelanjutan dari berbagai langkah proteksi yang sebelumnya telah diperkenalkan di Android 15.

Salah satunya adalah pemblokiran terhadap penambahan akun Google baru maupun instalasi aplikasi setelah reset.

Sistem perlindungan tersebut akan terus aktif hingga pengguna berhasil melakukan verifikasi kepemilikan secara sah.

Perlindungan Reset Pabrik (Factory Reset Protection/FRP) sendiri sudah menjadi bagian dari sistem Android sebagai upaya untuk mencegah pencurian, dengan mengunci perangkat setelah dilakukan reset pabrik melalui recovery mode atau fitur Find My Device.

Namun, sistem keamanan tersebut masih menyisakan celah yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menghindari proses verifikasi kepemilikan perangkat.

“Kami akan lebih memperketat (fitur) Factory Reset yang akan membatasi semua fungsi pada perangkat yang direset tanpa izin pemiliknya,” ungkap Google dalam acara The Android Show:I/O Edition dikutip dari Android Authority, Jum'at (16/5).

Peningkatan keamanan di FRP ini diperkirakan akan mulai diluncurkan akhir tahun ini, kemungkinan sebagai bagian dari pembaruan Android 16. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#factory reset #perlindungan reset pabrik #google #ponsel curian #keamanan #android