RADARTUBAN - Microsoft dikabarkan tengah mengembangkan Windows Update agar tidak hanya memperbarui sistem operasi, tetapi juga dapat digunakan untuk memperbarui berbagai aplikasi pihak ketiga yang membutuhkan pembaruan.
Perusahaan teknologi tersebut kini membuka kesempatan bagi para pengembang aplikasi untuk mengikuti program pratinjau pribadi dalam platform orkestrasi Windows Update.
Langkah ini akan memungkinkan layanan Windows Update untuk mendukung pembaruan aplikasi atau driver di masa depan.
Menurut laporan dari The Verge, saat ini fokus utama dari platform ini masih pada aplikasi bisnis.
Namun, ke depannya, akan tersedia pula untuk berbagai aplikasi dan alat manajemen lainnya.
Saat ini, Windows Update umumnya difungsikan untuk memperbarui komponen inti sistem operasi Windows, termasuk driver utama perangkat.
Serta beberapa aplikasi manajemen dari pihak ketiga yang terkait dengan periferal.
Di sisi lain, mayoritas aplikasi yang berjalan di Windows masih mengandalkan sistem pembaruannya masing-masing, yang dirancang dan dijalankan secara independen oleh pengembang aplikasi tersebut.
"Kami sedang membangun visi untuk platform orkestrasi pembaruan terpadu dan cerdas yang mampu mendukung pembaruan apa pun (aplikasi, driver, dll.) untuk diorkestrasi bersama pembaruan Windows," kata Manajer Produk di Microsoft Angie Chen menjelaskan tujuan baru Windows Update, disalansir dari The Verge, Jumat (30/5).
Kehadiran platform orkestrasi Windows Update terbaru dari Microsoft akan memberi kesempatan bagi para pengembang aplikasi untuk mengoptimalkan pembaruan secara terjadwal.
Pembaruan ini dapat disesuaikan berdasarkan perilaku pengguna, kondisi baterai perangkat, hingga pengaturan terkait efisiensi energi berkelanjutan.
Para pengembang nantinya juga bisa terhubung langsung dengan sistem notifikasi bawaan Windows Update, serta memiliki aplikasinya tercatat dalam riwayat pembaruan di layanan tersebut.
Microsoft akan menyediakan dukungan bagi aplikasi yang dikemas dalam format MSIX/APPX, termasuk beberapa aplikasi Win32 kustom.
Aplikasi yang tergabung dalam sistem orkestrasi Windows Update ini juga akan secara otomatis memperoleh berbagai peningkatan di masa mendatang seiring dengan pembaruan pada platform inti Windows Update.
Sebelumnya, Microsoft telah berupaya mendorong pengembang untuk memasukkan aplikasi mereka ke dalam Microsoft Store.
Memungkinkan pembaruan dikelola secara langsung melalui toko tersebut, atau tetap menggunakan sistem pembaruan mandiri masing-masing.
Meskipun Microsoft Store telah mengalami banyak peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, masih ada aplikasi-aplikasi yang belum tersedia di dalamnya.
Banyak pelaku bisnis pun masih memilih untuk menangani pembaruan aplikasi internal mereka secara terpisah.
Mengintegrasikan lebih banyak pembaruan aplikasi ke dalam Windows Update tentu masuk akal untuk berbagai aplikasi, dan akan menarik untuk melihat apakah ini akan berhasil atau tidak. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama