Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jangan Tertipu! Malware Berkedok Video AI di TikTok, Bisa Curi Password hingga Data Kripto

Mohamad Anas Ali Wafa • Sabtu, 31 Mei 2025 | 18:15 WIB
Ilustrasi aplikasi TikTok
Ilustrasi aplikasi TikTok

 

RADARTUBAN - Pengguna TikTok kini diimbau untuk lebih waspada, menyusul temuan terbaru dari perusahaan keamanan siber Trend Micro yang mengungkap adanya penyebaran malware melalui video berbasis AI di platform tersebut.

Malware ini tidak secara langsung tertanam dalam video, melainkan disamarkan dalam bentuk konten tutorial yang terlihat menarik dan edukatif.

Tanpa disadari, pengguna yang mengikuti petunjuk dalam video justru akan mengunduh dan mengeksekusi skrip berbahaya di perangkat mereka.

Trend Micro menjelaskan bahwa pelaku menyusun video seolah-olah sebagai panduan bermanfaat.

Video tersebut dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan, lengkap dengan visual dan suara narator yang tampak meyakinkan.

Di dalamnya, terdapat instruksi yang mengarahkan pengguna untuk menjalankan perintah PowerShell di komputer mereka.

Padahal, perintah tersebut memuat skrip yang dapat mengunduh malware dari internet secara otomatis.

Skrip yang dijalankan ternyata menginstal dua jenis malware berbahaya, yakni Vidar dan StealC.

Keduanya dirancang untuk mencuri berbagai informasi penting dari perangkat korban, termasuk data login, kata sandi, informasi kartu kredit, cookie browser, serta dompet mata uang kripto.

Lebih jauh lagi, malware ini bahkan mampu mengambil tangkapan layar perangkat dan mencuri kode autentikasi dua faktor (2FA), yang biasanya menjadi lapisan keamanan terakhir pengguna.

Yang membuat serangan ini semakin mengkhawatirkan adalah metode penyebarannya yang sangat halus.

Tidak seperti cara lama yang biasanya menyertakan tautan mencurigakan di deskripsi atau komentar, kali ini malware disisipkan langsung dalam isi video.

Hal ini membuat sistem keamanan perangkat sulit untuk mendeteksi ancaman tersebut.

Para peneliti juga menemukan bahwa video-video ini sangat mirip satu sama lain, dengan perbedaan yang hanya terletak pada sudut pengambilan gambar dan alamat URL yang digunakan.

Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa video-video tersebut diproduksi secara otomatis dengan bantuan AI.

Trend Micro menyoroti potensi besar penyebaran malware ini, mengingat algoritma TikTok memungkinkan sebuah video untuk dengan mudah viral dalam waktu singkat.

Salah satu video palsu yang dianalisis bahkan sudah ditonton lebih dari 500.000 kali, dengan puluhan ribu tanda suka dan ratusan komentar dari pengguna lain.

Banyak dari mereka tampak tidak menyadari bahwa video yang mereka tonton sebenarnya adalah alat untuk menjebak.

Melihat fenomena ini, sangat penting bagi pengguna untuk lebih bijak dalam menyerap konten di media sosial, terutama yang mengandung instruksi teknis.

Jika sebuah video meminta Anda menjalankan perintah komputer tanpa sumber terpercaya, sebaiknya jangan langsung diikuti.

Pengetahuan yang kurang soal teknologi bisa membuka celah besar bagi para pelaku kejahatan siber untuk menyusup dan mencuri data.

Dengan semakin canggihnya teknologi, termasuk AI, konten-konten manipulatif semacam ini diprediksi akan terus bermunculan.

Oleh karena itu, kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci utama agar kita tidak menjadi korban di tengah derasnya arus informasi dan inovasi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #video #tiktok #kripto #malware #password #trend micro