RADARTUBAN - Produsen memori global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mulai menghentikan produksi DDR4 dan beralih ke teknologi memori terbaru seperti DDR5, LPDDR5, dan HBM.
Keputusan ini diambil guna mengimbangi permintaan pasar yang semakin tinggi terhadap memori dengan performa yang lebih cepat serta mengejar keuntungan yang lebih besar.
Samsung telah mengumumkan akan menyetop produksi DDR4 dan fokus penuh pada DDR5.
Produsen lain seperti Micron mengikuti jejak serupa dengan rencana penghentian produksi DDR4 secara bertahap sebelum akhir tahun ini.
Kendati tidak langsung dihentikan sepenuhnya, produksi memori DDR4 dipastikan akan turun drastis dalam waktu dekat.
Pergeseran ini akan meninggalkan celah pasokan di pasar. Apalagi karena permintaan DDR4 yang masih tergolong tinggi.
Hal ini menjadi peluang bagi pemain kecil seperti CXMT asal Tiongkok serta produsen Taiwan seperti Winbond dan Nanya.
Perusahaan tersebut kini memperluas kapasitas produksi DDR4 mereka guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemain besar.
Micron sendiri tengah memfokuskan upayanya pada memori kelas atas seperti HBM4.
Memori ini dirancang untuk kebutuhan server AI dengan membawa performa sangat tinggi.
Memori ini menawarkan antarmuka 2048 bit yang jauh di atas kemampuan DDR4.
Yang menarik adalah meskipun DDR4 versi Tiongkok lebih murah, para ahli memprediksi dalam waktu dekat harga DDR4 justru bisa melampaui DDR5 dan LPDDR5.
Hal ini disebabkan oleh kesenjangan pasokan akibat hengkangnya para raksasa dari pasar memori DDR4.
Sumit Sadana dari Micron mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi tantangan besar bagi ekosistem yang masih bergantung pada DDR4.
Lebih lanjut dia juga mengatakan masih banyak sistem yang belum kompatibel dengan memori terbaru yang membuat permintaan memori DDR4 akan terus ada.
Peralihan ini menandai akhir dari era DDR4 sebagai standar utama di pasar.
Selain itu peralihan ini juga membuka lembaran baru bagi perkembangan teknologi memori yang lebih cepat dan efisien. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni