Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sebuah Studi Ungkap Terlalu Sering Pakai ChatGPT Bisa Turunkan Aktivitas Otak

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 20 Juni 2025 | 20:53 WIB
OpenAI jajaki opsi iklan dan belanja di ChatGPT, meski Sam Altman masih waspada dampaknya.
OpenAI jajaki opsi iklan dan belanja di ChatGPT, meski Sam Altman masih waspada dampaknya.

RADARTUBAN - Popularitasnya chatbot AI seperti ChatGPT mengubah cara orang untuk mendapatkan informasi instan.

Jika dulu mereka diharuskan mencari di mesin pencari seperti Google Search, kemudian menjelajahi satu persatu situs web, kini dengan hadirnya ChatGPT, cara tersebut tidak lagi relevan.

Tetapi dibalik mudahnya mengaksesnya informasi serta cerdasnya AI sekarang, terselip kekhawatiran mendalam mengenai teknologi ini.

Kekhawatiran tersebut tak lain karena kemudahan yang ditawarkan oleh Chatbot AI dalam menyelesaikan tugas-tugas manusia.

Dilansir dari Windows Central, sebuah penelitian terbaru dari MIT Media Lab menunjukkan penggunaan ChatGPT yang berlebihan untuk menyelesaikan tugas esai membuat aktivitas otak menjadi menurun.

Studi tersebut dilakukan oleh 54 orang partisipan dengan rentang usia antara 18 hingga 39 tahun.

Para partisipan diberi tugas menulis dan dibagi menjadi 3 kelompok yang berbeda masing-masing memuat aturan yang juga berbeda.

Kelompok pertama tidak diperkenankan menggunakan alat tambahan apapun, kelompok kedua diperbolehkan menggunakan mesin pencari tradisional, sedangkan yang ketiga diperbolehkan menggunakan AI untuk mengerjakan tugasnya.

Dari penelitian tersebut menunjukkan penggunaan AI mampu menurunkan 32 persen kognitif otak dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan AI sama sekali.

Sedangkan untuk kelompok yang hanya mengandalkan otak disebut memiliki tingkat kognitif serta rasa puas yang lebih tinggi dibandingkan dengan memakai AI.

Dalam studi tersebut juga memaparkan ketika orang terlalu bergantung pada ChatGPT untuk menyelesaikan esai, maka mereka akan sangat kesulitan saat melakukan hal yang sama tanpa Chatbot AI tersebut.

Para peneliti menyebutkan ketergantungan dengan AI membuat seseorang kurang mampu berfikir secara mandiri.

Kemudian secara perlahan kapasitas otak manusia semakin menurun seiring dengan otak yang jarang digunakan untuk berfikir.

Meskipun skala penelitian tersebut kecil, tetapi hasil ini dapat menjadi peringatan akan potensi dampak jangka panjang dari penggunaan AI yang berlebihan.

Jika penggunaan AI secara berlebihan terus dilakukan, maka kemampuan dan integritas akademik bahkan kapasitas intelektual manusia akan terus turun seiring waktu. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#otak #ChatGPT #Chatbot AI #studi #windows #kemudahan