Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Microsoft Gratiskan Pembaruan Keamanan Windows 10 hingga 2026, Ini Cara Mendapatkannya!

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 25 Juni 2025 | 21:49 WIB
Ilustrasi Windows update pada perangkat laptop.
Ilustrasi Windows update pada perangkat laptop.

RADARTUBAN - Microsoft baru saja mengumumkan kabar baik bagi pengguna yang masih setia dengan Windows 10.

Program pembaruan keamanan lanjutan (Extended Security Updates atau ESU) kini bisa diakses oleh pengguna secara gratis.

Dilansir dari Windows Central, pengguna hanya perlu mensinkronkan data pengaturan PC ke cloud menggunakan Akun Microsoft melalui aplikasi Windows Backup.

Kendati dukungan untuk Windows 10 akan berakhir pada Oktober tahun ini.

Hadirnya fitur ini memungkinkan pengguna tetap mendapatkan pembaruan keamanan hingga Oktober 2026 tanpa biaya mengeluarkan biaya sepeserpun.

Sebelumnya, program ESU ini diumumkan dengan biaya $30 atau setara Rp 400 ribu lebih per perangkat.

Microsoft juga menyediakan opsi tanpa biaya dengan menukar 1.000 poin Microsoft Reward.

Sedangkan pendaftaran ESU sendiri akan dimulai pada Juli 2025 melalui aplikasi khusus yang akan dikeluarkan oleh Microsoft.

Pengguna dapat melakukan backup sejumlah data yang ada pada PC seperti dokumen, gambar, aplikasi, hingga pengaturan sistem ke layanan OneDrive dengan kapasitas maksimal 5 GB untuk pengguna gratis.

Menurut Microsoft, langkah ini diambil perusahaan karena lebih dari setengah pengguna Windows di dunia masih menggunakan dengan Windows 10 sebagai OS utama.

Karenanya, perusahaan tersebut mengkhawatirkan berhentinya dukungan update Windows 10 membuat ratusan juta PC akan rentan terhadap ancaman siber.

Tetapi dengan layanan ESU secara gratis, Microsoft ingin memastikan pengguna tetap aman setidaknya satu tahun lagi hingga banyak dari pengguna yang beralih ke Windows 11 yang lebih baru.

Tetapi perlu diingat, layanan ESU hanya akan mencakup pembaruan keamanan dan tidak mencakup fitur baru atau perbaikan bug pada Windows 10.

Ini berarti jika pengguna memutuskan untuk tidak menggunakan layanan ESU, maka PC yang digunakan mungkin akan memiliki resiko terhadap keamanan digital.

Sejak Windows 11 dirilis, Microsoft telah berupayat untuk mendorong pengguna beralih ke sistem operasi yang lebih baru.

Tetapi hal ini bukan tanpa halangan. Pasalnya Windows 10 telah menjadi sistem operasi utama pengguna selama bertahun-tahun.

Layanan ESU menjadi langkah sementara Microsoft guna menjaga keamanan penggunanya yang masih setia dengan Windows 10. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ESU #windows 10 #cloud #microsoft #keamanan