RADARTUBAN - Apple yang dulu dikenal antigengsi diskon kini harus turun panggung mewahnya dan ikut bermain di level subsidi pemerintah Tiongkok.
Tekanan dari Huawei, Xiaomi, dan ekonomi China yang lesu, membuat Apple harus mengambil langkah langka: bergabung dalam program subsidi nasional China untuk mendongkrak penjualan iPhone yang terus melorot.
Langkah ini diumumkan resmi di situs Apple China pada Jumat (27/6).
Kini, konsumen di Beijing dan Shanghai bisa mendapatkan diskon langsung hingga 2.000 yuan (± Rp 4,5 juta) untuk sejumlah produk Apple seperti iPhone, iPad, Apple Watch, dan MacBook tertentu.
Data dari IDC mengungkap bahwa pengiriman iPhone di China anjlok 9 persen pada kuartal pertama 2025.
Ini menjadikan Apple satu-satunya dari lima vendor top yang mengalami penurunan, sementara Xiaomi melesat 39,9 persen dan Huawei naik 10 persen.
“Harga premium Apple jadi batu sandungan untuk memanfaatkan program subsidi ini,” ujar Will Wong, analis senior IDC.
Produk Apple umumnya berada di atas batas subsidi 6.000 yuan, menjadikannya kurang kompetitif di tengah gelombang perangkat Android bersubsidi.
Tidak seperti diskon e-commerce di JD.com atau Taobao, subsidi kali ini langsung dari Apple Store resmi.
Di Shanghai, konsumen harus datang langsung ke 8 Apple Store fisik. Di Beijing, cukup beli online dengan pengiriman ke wilayah ibu kota.
Berikut detail subsidinya:
Produk < 6.000 yuan (± Rp 13 juta) seperti iPhone 15 atau iPhone 16e: Diskon hingga 500 yuan (± Rp 1,1 juta).
Produk seperti MacBook tertentu: Diskon hingga 2.000 yuan (± Rp 4,5 juta).
Langkah Apple ini mengguncang citra premium yang selama ini menjadi daya jual utama mereka.
Tapi, dengan pasar smartphone China diprediksi tumbuh 3 persen tahun ini, Apple tampaknya tak ingin kehilangan momentum, meski harus sedikit turun kelas.
IDC memprediksi pengiriman iPhone akan terus melorot 1,9 persen di 2025, sementara pesaing justru mencatat pertumbuhan berkat subsidi.
Ini menandakan: perang harga di China makin brutal, dan Apple tidak lagi untouchable.
Apple Menyerah? Atau Ini Langkah Cerdas Bertahan di Medan Tempur China?
Apa pun jawabannya, satu hal jelas: Apple kini bermain di medan yang sama dengan Huawei dan Xiaomi.
Di tengah tekanan geopolitik, sentimen nasionalisme, dan daya beli yang melemah, bahkan raksasa seperti Apple harus ikut “berdiskon ria” demi bertahan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni