RADARTUBAN - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempersiapkan aturan baru demi membatasi akses chip AI kelas atas ke Tiongkok.
Aturan ini akan berfokus untuk menutup celah perdagangan melalui negara Asia Tenggara seperi Malaysia dan Thailand.
Kedua negara tersebut santer diberitakan menjadi pintu belakang Tiongkok untuk dapat mengakses berbagai chip AI canggih milik NVIDIA.
Kendati sebelumnya ekspor chip langsung ke Tiongkok semakin diperketat, tetapi perusahaan yang berbasis di negara tersebut menggunakan jalur lain demi mengakses teknologi canggih.
Caranya dengan menyewa atau menggunakan GPU yang berada dipusat data di wilayah negara lain.
Karena hal tersebut Amerika Serikat akan menerapkan pembatasan baru bagi Malaysia dan Thailand.
Rencananya Amerika Serikat hanya akan mengijinkan ekspor chip jika akan dipakai oleh perusahaan yang bermarkas dan beroperasi langsung di negara Paman Sam.
Hanya saja, rencana tersebut masih dalam pertimbangan karena akan menyangkut banyak perusahaan besar seperti Oracle yang memiliki pusat data dikawasan Asia Tenggara.
Kementerian Perdagangan AS, mengatakan chip AI tersebut tetap akan bisa digunakan di wilayah manapun selama oprator pusat data maupun penyedia layanan telah mendapatkan persetujuan dari Washington.
Dampak dari rencana pembatasan ini akan dirasakan oleh NVDIA. Pasalnya bisnis perusahaan tersebut di Tiongkok akan mengalami penurunan tajam.
Apalagi industri semikonduktor lokal Tiongkok tengah berkembang pesat seiring semakin ketatnya pembatasan akses dari Amerika Serikat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni