RADARTUBAN - Perusahaan pemilik layanan perpesanan online WhatsApp, yakni Meta baru-baru ini mengeluarkan pembaruan WhatsApp Beta untuk platform Windows 11.
Alih-alih mendapatkan banyak sambutan, pembaruan ini justru menuai banyak kritik dari pengguna.
Pasalnya pada versi WhatsApp Beta 2.2569.0.0, aplikasi perpesanan ini beralih dari yang sebelumnya berbasis UWP atau Universal Windows Platform, menjadi Progresif Web App.
Jadi secara singkatnya, aplikasi WhatsApp pada Windows 11 akan menjadi aplikasi berbasis WebView2 dari semula berbasis native aplikasi.
Meskipun antarmuka WhatsApp berbasis WebView2 ini tidak jauh berbeda, tetapi aplikasi baru tersebut mengonsumsi memori yang cukup tinggi dibarengi dengan penurunan performa dibandingkan versi WhatsApp UWP.
Hal ini dikonfirmasi oleh WinPoin yang dalam laporannya WhatsApp versi baru ini menghadirkan proses latar belakang yang jauh lebih banyak dibanding versi stabil saat ini.
Bahkan jika WhatsApp dibuka terlalu lama, aplikasi ini mampu mengkonsumsi memori hingga 800 MB.
Sedangkan disisi lain, WhatsApp non Beta saat ini hanya mengonsumsi memori sekitar 200 MB dengan proses latar belakang tergolong yang minim.
Laporan lain juga menunjukkan hal serupa, dimana WhatsApp Beta mengonsumsi RAM 30 persen lebih banyak dibandingkan WhatsApp non beta saat ini.
Selain masalah memori, WhatsApp versi stabil yang masih berbasis UWP dapat menangani notifikasi, panggilan, dan berbagi layar dengan jauh lebih lancar.
Banyak yang berasumsi perubahan ini dilakukan oleh Meta untuk memudahkan pemeliharaan aplikasi mereka di berbagai platform.
Tetapi keputusan ini justru membuat pengalaman pengguna menjadi taruhannya apalagi bagi pengguna yang memiliki perangkat dengan kapasitas memori yang tergolong rendah.
Pihak dari Meta hingga kini belum angkat suara terkait perubahan ini.
Selain itu tidak ada informasi mengenai kapan WhatsApp versi beta tersebut akan tersedia luas secara stabil di toko aplikasi Microsoft Store. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni