RADARTUBAN – Era digital semakin tak terbendung. Tahun 2025 mencatat tonggak penting dalam lanskap teknologi global: pengguna smartphone di seluruh dunia diperkirakan menembus angka 5,2 miliar!
Artinya, hampir 90% orang dewasa yang terkoneksi ke internet kini memegang perangkat pintar di genggaman mereka.
Tak hanya sebagai alat komunikasi, smartphone kini telah menjelma menjadi pusat kendali gaya hidup—dari belanja online, navigasi harian, transaksi keuangan, hingga akses ke layanan pendidikan dan kesehatan.
Data terbaru Statista yang dikutip dari Warta Ekonomi menunjukkan dominasi Tiongkok masih belum tergoyahkan.
Negeri Tirai Bambu mencatatkan angka fantastis: 859,38 juta pengguna smartphone aktif. Angka ini bahkan melebihi total populasi beberapa negara maju.
Di posisi kedua, India mengekor dengan 700,58 juta pengguna, disusul Amerika Serikat yang menempati urutan ketiga dengan 310,12 juta pengguna aktif.
Yang mengejutkan, Indonesia melesat ke posisi keempat dunia, menyalip Jepang, Rusia, dan Brasil dengan 173 juta pengguna smartphone.
Jumlah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang seksi untuk teknologi digital, tetapi juga ladang empuk bagi industri aplikasi, fintech, e-commerce, hingga sektor konten kreatif dan game.
“Angka ini menunjukkan bagaimana digitalisasi di Indonesia berjalan pesat, apalagi didorong oleh penetrasi internet dan layanan berbasis aplikasi yang makin masif,” ungkap analis teknologi dari Digital Insight Institute, Raka Taufik.
10 Besar Negara dengan Pengguna Smartphone Terbanyak di Dunia Tahun 2025:
1. China – 859,38 juta pengguna
2. India – 700,58 juta
3. Amerika Serikat – 310,12 juta
4. Indonesia – 173 juta
5. Brasil – 125,38 juta
6. Rusia – 104,95 juta
7. Jepang – 92,09 juta
8. Vietnam – 85,73 juta
9. Filipina – 76,78 juta
10. Iran – 75,76 juta
Dengan jumlah penduduk yang besar, tingkat literasi digital yang terus meningkat, serta pertumbuhan ekonomi digital yang agresif, posisi Indonesia dalam daftar ini diprediksi akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan.
Bahkan, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menggeser posisi Amerika dalam jangka menengah jika tren ini konsisten.
Bagi pelaku industri, khususnya di sektor teknologi dan digital, ini adalah momentum emas.
“Brand yang ingin ekspansi digital wajib melihat Indonesia sebagai pasar strategis, bukan sekadar pelengkap,” tambah Raka.
Tak bisa dimungkiri, smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern.
Dengan pertumbuhan pesat pengguna, negara-negara di daftar ini bukan hanya konsumen, tetapi juga kontributor utama dalam inovasi teknologi masa depan.
Indonesia, dengan kekuatan digital native-nya, tak sekadar mengekor—tapi perlahan mulai unjuk gigi sebagai kekuatan baru dalam peta transformasi digital global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni