Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

OpenAI Tambahkan Fitur Baru agar Pengguna ChatGPT Lebih Sehat Secara Digital

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:15 WIB
ChatGPT kedatangan fitur yang memperhatikan kesehatan pengguna
ChatGPT kedatangan fitur yang memperhatikan kesehatan pengguna

RADARTUBAN - Siapa yang tidak mengenal OpenAI, perusahaan dibalik ChatGPT ini baru saja mengumumkan sejumlah pembaruan penting untuk chatbot buatannya itu.

Pembaruan untuk ChatGPT ini bertujuan mendorong penggunaan layanan ini secara lebih sehat serta bertanggung jawab.

Melansir dari MacRumors, pengguna ChatGPT akan mulai menerima sebuah pengingat singkat mengenai seberapa lama mereka menggunakan chatbot tersebut.

Pengingat ini lengkap dengan saran yang meminta pengguna untuk beristirahat sejenak.

Hal yang menarik adalah OpenAI selaku pengembang layanan ini mengaku mereka tidak menilai kesuksesan ChatGPT dari seberapa lama pengguna menggunakan layanan ini.

OpenAI justru menilai kesuksesan ChatGPT dari seberapa efektif chatbot tersebut dalam menyelesaikan perintah yang pengguna cari.

"Kami membuat ChatGPT untuk membantu Anda berkembang dengan cara apa pun yang Anda inginkan. Untuk mencapai kemajuan, mempelajari hal baru, atau memecahkan masalah, lalu kembali menjalani hidup Anda," tulis OpenAI.

"Tujuan kami bukan untuk mempertahankan perhatian Anda, tetapi untuk membantu Anda memanfaatkannya dengan baik," tambahnya.

Tidak hanya menambahkan fitur pengingat, OpenAI juga mengubah cara ChatGPT dalam menjawab pertanyaan yang cenderung sensitif, terutama yang berkaitan dengan kondisi emosional atau keputusan pribadi seseorang.

Sebagai contoh ketika pengguna bertanya 'haruskah putus dengan pacarku?' ChatGPT tidak akan lagi memberikan jawaban secara langsung.

Chatbot ini akan merespon pertanyaan tersebut dengan mempertimbangkan pro dan kontra secara bijak sehingga keputusan tetap berada ditangan pengguna.

Selain itu, OpenAI juga terus menyempurnakan model AI buatannya untuk lebih peka dengan tanda-tanda tekanan mental atau kondisi emosional tertentu.

Tujuannya jelas, agar ChatGPT tidak memperburuk kondisi pengguna yang tengah rentan tersebut.

Jika chatbot ini mendeteksi tekanan mental pengguna, maka ChatGPT akan mengarahkan mereka ke sumber saya atau bantuan profesional yang berbasis bukti nyata.

Untuk menciptakan model AI yang cerdas tersebut, OpenAI telah menggandeng lebih dari 90 dokter dari 30 negara yang khusus membuat panduan untuk menangani percakapan yang kompleks.

OpenAI juga melibatkan peneliti dibidang interaksi manusia dan komputer serta membentuk tim yang terdiri dari pakar kesehatan mental dan pengembangan remaja.

Dengan menghadirkan pembaruan penting ini, OpenAI berharap ChatGPT bukan hanya menjadi alat bantuk teknologi, tetapi juga menjadi mitra yang bisa diandalkan pengguna dalam keseharian mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #kondisi emosional #chatbot #ChatGPT #Tekanan mental #fitur pengingat waktu #openai