Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perplexity Tawar Chrome 560 Triliun, Masa Depan Peramban Google Jadi Tak Menentu

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 14 Agustus 2025 | 04:05 WIB
Perplexity ajukan tawaran untuk memboyong Chrome dari Google
Perplexity ajukan tawaran untuk memboyong Chrome dari Google

RADARTUBAN - Kasus hukum terkait monopoli yang dialami oleh Google membuat masa depan peramban mereka yakni, Chrome menjadi tidak pasti.

Perusahaan tersebut bisa aja diharuskan menjual Chrome jika putusan pengadilan menyatakan Google memonopoli pasar pencarian daring secara ilegal.

Meskipun kasus ini masih terus bergulir dan dalam proses banding oleh Google, tetapi langkah berani baru-baru ini dilayangkan oleh Perplexity AI yang langsung mengajukan tawaran untuk membeli Chrome.

Melansir dari Android Authority, perusahaan startup AI tersebut menawarkan akan membeli Chrome senilai $34,5 miliar atau sekitar Rp 560 triliun kepada Google, kendati peramban tersebut belum resmi dijual.

Menariknya, nilai tawaran yang diajukan oleh perusahaan tersebut jauh melebihi valuasi dari Perplexity itu sendiri.

Hanya saja CEO Perplexity, Aravind Srinivas mengklaim telah ada investor yang tidak disebutkan namanya yang siap membiayai proses akusisi tersebut.

Jika berhasil membeli Chrome, Perplexity menjanjikan beberapa langkah baru seperti akan membuka kode sumber Chrome, mengucurkan investasi 3 miliar dollar AS dalam dua tahun, dan mempertahankan mesin pencari Google Search.

Menurut Perplexity, langkah ini akan memberikan lebih banyak pilihan ke pengguna sekaligus menghindari masalah monopoli yang mungkin terjadi dikemudian hari.

Kendati begitu, peluang untuk mengakuisisi Chrome terbilang cukup kecil. Pasalnya Chrome saat ini memiliki lebih dari tiga miliar pengguna dan menjadi bagian penting dari strategi Google dalam mengembangkan ekosistem digital berbasis AI.

Para analis menilai jika pengadilan memutuskan Google harus menjual Chrome, proses ini diperkirakan akan memakan waktu selama bertahun-tahun.

Selain itu, Perplexity bukan menjadi satu-satunya pihak yang menginginkan Chrome.

Beberapa laporan menyebut perusahaan seperti OpenAI, Yahoo, dan Apollo Global tertarik untuk mengakuisisi Chrome.

Hal ini menunjukkan betapa menariknya peramban milik Google itu dalam strategi persaingan AI global.

Untuk saat ini, Chrome masih nyaman berada dipangkuan Google kendati masa depannya tak pasti tergantung pada keputusan pengadilan yang akan datang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Chrome #AI #Perplexity AI untuk akuisisi Chrome #google #Perplexity AI #monopoli