Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rusia Batasi Panggilan Suara di WhatsApp dan Telegram, Dorong Penggunaan Aplikasi Lokal

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 19 Agustus 2025 | 01:04 WIB
Rusia batasi akses panggilan suara di WhatsApp dan Telegram
Rusia batasi akses panggilan suara di WhatsApp dan Telegram

RADARTUBAN - Pemerintah Rusia resmi mengumumkan pembatasan terhadap panggilan suara di aplikasi perpesanan online yakni WhatsApp dan Telegram.

Regulator internal Rusia, yakni Roskomnaszor mengungkap langkah ini sebagai upaya untuk melawan tindakan kejahatan siber seperti penipuan, pemerasan, hingga dugaan keterlibatan masyarakat dalam sabotase dan aktivitas terorisme.

Roskomnaszor menuding kedua platform tersebut telah mengabaikan permintaan dari Rusia untuk mengambil langkah pencegahan kejahatan siber di negara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara WhatsApp menyebut pembatasan itu sebagai upaya Rusia dalam melanggar hak masyarakatnya atas komunikasi yang aman.

Apalagi popularitas WhatsApp di Rusia tergolong tinggi dengan pengguna bulanan mencapai 96 juta, disusul Telegram dengan sekitar 89 juta pengguna.

Sebelum melakukan pembatasan panggilan suara, sebelumnya Kremlin juga memblokir akses ke media sosial seperti Facebook dan Instagram setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina tahun 2022 lalu.

Selain itu terdapat laporan yang mengatakan Rusia sering kali memutus layanan internet dengan alasan keamanan, meskipun banyak yang menilai hal tersebut sebagai upaya untuk mengontrol informasi yang beredar.

Sejalan dengan pembatasan WhatsApp dan Telegram, belakang Rusia memperkenalkan aplikasi pesan baru yang bernama MAX. Aplikasi ini dikembangkan langsung oleh perusahaan teknologi Rusia yakni VK.

MAX digadang-gadang akan menjadi pengganti WhatsApp di Rusia dengan berbagai fitur seperti perpesanan hingga pembayaran.

Hanya saja sejak diluncurkan dalam uji coba beta, MAX belum menarik banyak pengguna kendati 2 juta orang telah terdaftar untuk mencoba aplikasi ini.

Karena dibuat oleh perusahaan dalam negeri, MAX mengharuskan data pengguna mereka untuk dapat dibagikan ke pihak berwenang Rusia.

Selain itu aplikasi ini diwajibkan terpasang di semua ponsel yang dijual di Rusia sesuai undang-undang baru yang di sahkan parlemen.

Kementerian Pengembangan Digital Rusia mengatakan pembatasan panggilan pada WhatsApp dan Telegram hanya akan bersifat sementara.

Pembatasan ini akan dicabut ketika kedua platform tersebut bersedia untuk mematuhi aturan yang berlaku di Rusia.

Tetapi tak jarang yang berpendapat pembatasan tersebut sebagai langkah Rusia untuk mengajak warganya beralih ke aplikasi perpesanan lokal dan meninggalkan WhatsApp maupun Telegram. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#rusia #vk #whatsapp #telegram #batasi panggilan suara WhatsApp #MAX #aplikasi lokal